GARUT – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ketiga operasi, personel Satuan Brimob Polda Jawa Barat berhasil menemukan korban hanyut di Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Titi (80), warga Kampung Bojong Kalapa, Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan. Sebelumnya, korban dilaporkan melompat dari jembatan dan terseret arus Sungai Cimanuk di wilayah Desa Cinunuk, Kecamatan Banyuresmi.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Basarnas Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Garut, Forum Arung Jeram Indonesia (FAJI), Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, MDMC Garut, JENGGALA, serta BAZNAS Kabupaten Garut.
Baca Juga:Menteri Imipas Bantah Keras Isu Larangan Visa Palestina, Tegaskan Layanan Imigrasi Tetap BerjalanTubagus Agus Sofyan Siap Maksimalkan Peran Hansip sebagai Organ Deteksi Dini
Pencarian dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Iptu Dody Rusmiady dengan pengawasan dan pendampingan Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Ajang Suhendar.
Sejak pagi hari, tim SAR melakukan penyisiran aliran sungai menggunakan perahu karet serta pemantauan visual di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk. Kondisi arus yang fluktuatif, medan licin, serta debit air yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh personel dan koordinasi yang solid di lapangan, korban berhasil ditemukan pada hari ketiga pencarian,” ujar Komandan Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Iptu Dody Rusmiady.
Di lokasi yang sama, Kompol Ajang Suhendar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah sejak hari pertama pencarian.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sejak laporan awal diterima, Brimob langsung mengerahkan personel terbaik untuk memastikan pencarian dilakukan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan Brimob dalam operasi kemanusiaan merupakan bentuk nyata Bhakti Brimob untuk masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani prosedur identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
