GARUT — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Selasa (6/1) melantik sejumpah pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, salah satunya Tubagus Agus Sofyan sebagai Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Kabid Linmas) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur dan fungsi Satpol PP dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di Kabupaten Garut.
Usai pelantikan, Tubagus Agus Sofyan menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan peran Perlindungan Masyarakat (Linmas) atau Hansip agar tidak hanya berfungsi sebagai unsur pengamanan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi komponen strategis dalam sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di lingkungan masyarakat.
Menurut Tubagus, Linmas memiliki posisi yang sangat strategis karena berada langsung di tengah masyarakat hingga ke tingkat RT dan RW. Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam mendeteksi lebih awal berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.
Baca Juga:Awali 2026, Menteri Imipas Tegaskan Arah Kinerja dan 15 Program Prioritas NasionalSeri Motivasi Seuri 167, PARIWISATA – TARAWISATA
“Linmas atau Hansip ini adalah garda terdepan di lingkungan. Mereka yang paling cepat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang terjadi di masyarakat. Karena itu, perannya harus kita maksimalkan sebagai bagian dari sistem deteksi dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ancaman yang perlu diantisipasi melalui peran Linmas tidak hanya terbatas pada gangguan ketertiban umum, seperti tawuran, perkelahian, atau kriminalitas, tetapi juga mencakup potensi konflik sosial, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras ilegal, hingga indikasi radikalisme dan gangguan ideologi yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.
Selain itu, menurutnya, Linmas juga diharapkan berperan aktif dalam deteksi dini terhadap potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, dan kebakaran, mengingat Kabupaten Garut memiliki wilayah geografis yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi.
“Deteksi dini ini penting agar setiap potensi ancaman bisa segera dilaporkan dan ditindaklanjuti secara cepat oleh pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait. Dengan begitu, dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” jelasnya.
Untuk mewujudkan penguatan peran tersebut, Tubagus Agus Sofyan menegaskan akan mendorong peningkatan kapasitas Linmas melalui program pembinaan dan pelatihan berkelanjutan. Pelatihan tersebut meliputi pemahaman tugas dan fungsi Linmas, pengetahuan dasar keamanan lingkungan, mitigasi bencana, komunikasi sosial, serta koordinasi lintas sektor.
