Pendidikan Karakter Diperkuat, SMAN 17 Garut Raih 77 Prestasi di 2025

Pendidikan Karakter Diperkuat, SMAN 17 Garut Raih 77 Prestasi di 2025.(Radar Garut)
Pendidikan Karakter Diperkuat, SMAN 17 Garut Raih 77 Prestasi di 2025.(Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – SMAN 17 Garut terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik melalui Pendidikan Karakter Pancawaluya.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan sikap, nilai, dan kepribadian murid.

Hasilnya, sepanjang tahun 2025, siswa-siswi SMAN 17 Garut berhasil menorehkan 77 prestasi di berbagai ajang kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Baca Juga:Warga Cibalong Dikejutkan Penemuan Pria Meninggal di Kawasan Leuweung Sancang GarutKeributan Warga Cimuncang Berhasil Diredam Polsek Garut Kota

Staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus Tim Pelaksana Pancawaluya SMAN 17 Garut, Dody Lintar menyampaikan, bahwa capaian tersebut merupakan buah dari penerapan pendidikan karakter yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam kehidupan sekolah.

“Pancawaluya menjadi fondasi penting dalam membentuk murid yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual,” ujarnya.

Dody mengungkapkan, berbagai program turunan Pancawaluya dijalankan lintas bidang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, serta penguatan karakter.

“Di antaranya adalah Bekel Wadah Nyalira (Bewara), yakni pembiasaan membawa wadah makan dan minum sendiri guna mengurangi sampah plastik. Selain itu, ada program Tahan, Simpen, Candak Runtah (TSC) yang membiasakan murid menjaga kebersihan sejak datang hingga pulang sekolah,” ungkapnya.

Penguatan nilai kesantunan diwujudkan melalui internalisasi 7S (senyum, salam, sapa, sopan, santun, semangat, dan solidaritas) dalam program Ibun Kawaluyaan dengan jargon Sampurasun.

“Program ini mendorong murid untuk membangun sikap ramah, saling menghargai, dan peduli dalam keseharian di lingkungan sekolah,” katanya.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, sekolah juga mengajak murid untuk berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum sebagai bagian dari upaya menciptakan sekolah ramah lingkungan.

Baca Juga:Calon Pengantin Garut Diarahkan Tanam Pohon di Lahan Bekas TambangEvaluasi Usaha Kecil sebagai Langkah Strategis di Akhir Tahun

Sementara itu, kepedulian sosial ditanamkan melalui Gerakan Rereongan Sapopoe Sarebu (POE IBU), yaitu infak harian sukarela yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan rutin, kata dia, setiap hari Jumat turut menjadi sarana penguatan karakter. Jumat Rasa diisi kegiatan keagamaan, Jumat Raga dengan senam bersama, dan Jumat Berseka melalui aksi bersih-bersih lingkungan sekolah.

“Meski masih tergolong baru, implementasi Pancawaluya mulai menunjukkan dampak positif, mulai dari meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan, sikap santun murid, hingga terciptanya iklim belajar yang lebih kondusif,” katanya.

0 Komentar