RADARGARUT.ID – 1 Desember diperingati Hari AIDS Sedunia, sebagai bentuk kesadaran terkait HIV/AIDS mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam mencegah dan cara penanggulangan.
Hari AIDS Sedunia merupakan momen yang tumbuh dari rasa peduli dan solidaritas dunia terhadai HIV/AIDS. Ratusan ribu orang melawan HIV dari berbagai negara, simbol pita berwarna merah merupakan simbol solidaritas.
Banyak stigma terhadap penyakit ini dan tidak sedikit penyitas HIV dikucilkan, melihat kondisi itu organisasi kesehatan dunia (WHO) berani mengambil keputusan berani dengan menciptakan hari khusus untuk menyatukan masyarakat dengan pemahaman dan menyabarkan fakta.
Baca Juga:Segini Harga Tumbler TUKU Penumpang KRL Yang Lagi Viral Di Media SosialMenteri Ketenagakerjaan Yassierli Umumkan UMP Segera Terbit, Cek Tanggalnya!
Mulai dari kampanye untuk memberikan edukasi kesehatan, memastikan setiap orang punya kesempatan yang sama untuk tahu bagaimana kesehatannya dan mendapatkan perwatan.
Bukan peringatan tiap tahun dan hanya memberikan edukasi terhadap HIV atau AIDS tapi juga empati, harapan, kesetaraan, kesempatan. Mulai saat itu berbagai kampanye terhadap kesehatan dilakukan secara global.
Tidak untuk menghakimi, tapi setiap manusia berhak mendapatkan dukungan, layanan kesehatan yang baik, kesempatan hidup yang layak tanpa diskriminasi.
Dengan momen ini, seluruh dunia diajak untuk berperan bersama dalam meyebarkan fakta dan menghapus stigma masyarakat serta memberikan ruang untuk tetap menjalankan hidup.
Semakin banyak masyarakat paham terhadap topik ini, semakin besar juga harapan dalam menekan angka penularan HIV dan menciptakan lingkungan yang penuh ketulusan dan empati.
1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia yang menjadi penginga bagi seluruh dunia bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS bukan hanya tugas tenaga kesehatan tapi juga tanggung jawab seluruh bagian masyarakat.
Memberikan dukungan dan lingkungan yang sehat dapat menciptakan lingkungan yang peduli dan inklusif serta membangun masa depan setiap orang layak mendapatkan kesempatan, kesehatan kenyamanan yang sama tanpa diskriminasi
