GARUT – Sebuah video yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang perempuan muda beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat. Korban dalam video tersebut diketahui bernama Siti (20), warga Kampung Cijelereun Wetan, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Dalam rekaman yang beredar, tampak Siti mengalami luka di bagian wajah. Video itu menunjukkan sekelompok anak muda, terdiri dari beberapa perempuan dan laki-laki, diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Aksi tersebut bahkan sengaja direkam dan kemudian viral di jagat maya.
Identitas Korban Dibenarkan Keluarga
Kepastian identitas korban disampaikan langsung oleh pihak keluarga. Eneng Purnamasari (35), ibu kandung korban, dan Ali (35), ayah tiri Siti, membenarkan bahwa perempuan yang dianiaya dalam video itu adalah anak mereka.
Baca Juga:Yudha: RSUD dr. Slamet Garut Tidak Akan Bangkrut, Kebijakan Baru BPJS BerdampakRibuan Driver Ojol Garut Turun ke Jalan, Tuntut Keadilan untuk Rekan yang Tewas
Keluarga juga mengungkapkan bahwa Siti sudah meninggalkan rumah sejak Rabu (27/8/2025) dan hingga kini belum kembali. Kondisi itu menambah kekhawatiran pihak keluarga setelah video penganiayaan beredar.
Respons Tokoh Masyarakat
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik. Aktivis Garut, Abah Muda dari komunitas Pemuda Akhir Zaman, bersama aktivis perempuan Bibie Bagja, menyatakan keprihatinan sekaligus menegaskan pentingnya pengusutan kasus tersebut.
Sebagai langkah awal, Abah Muda mengoordinasikan informasi ini dengan Plt Camat Bayongbong Iwan Riswandi serta Kepala Desa Cikedokan Pepen. Pada Jumat malam (29/8/2025), mereka bersama-sama melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan Siti.