KLHK Dorong Sekolah di Garut Ikuti Program Adiwiyata

sosialisasi program adiwiyata di Hotel Agusta
sosialisasi program adiwiyata di Hotel Agusta
0 Komentar

GARUT – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong sekolah-sekolah di Kabupaten Garut untuk aktif mengikuti Program Adiwiyata. Program ini bertujuan membentuk warga sekolah yang peduli serta berbudaya lingkungan.

Penyuluh Lingkungan Hidup KLHK, Asri Tresnawati, menjelaskan bahwa Program Adiwiyata telah diinisiasi sejak 2006. Melalui sosialisasi yang digelar di Garut, KLHK mengundang sekitar 140 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk berpartisipasi.

” Jadi hari ini kami dari Kementerian Lingkungan Hidup, mengadakan sosialisasi tentang program Adiwiyata, Program Adiwiyata itu memang program yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2006,” ujarnya (28/8), usai sosialisasi di Hotel Augusta.

Baca Juga:Garut Ajukan 6.616 Tenaga Honorer Jadi PPPK Paruh WaktuKapolri Janji Usut Kasus Barracuda Brimob Lindas Ojol, Propam dan Kapolda Metro Turun Tangan

“Program Adiwiyata itu apa? Program yang memang ditujukan untuk sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan warga sekolahnya supaya peduli dan berbudaya lingkungan,” katanya.

Lanjut Asri, syarat untuk mengikuti program Adiwiyata adalah jika sekolah menyatakan komitmen untuk melakukan program tersebut dan menyusun tim di sekolah masing-masing.

“Syaratnya gampang, sekolah diawali dengan registrasi dulu di aplikasi sistem informasi Adiwiyata atau sidia, setelah registrasi kemudian kalau mereka menyatakan komitmen untuk menjadi atau melakukan program Adiwiyata dan kemudian mereka menyusun tim Adiwiyata sekolah masing-masing, itu mereka sudah dianggap menjadi sekolah Adiwiyata,” ucapnya.

” Nah setelah itu mereka kemudian akan dibina dan diusulkan, dinilai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten untuk SD dan SMP, sedangkan untuk SMA, SMK itu nanti dibina dan dinilai, diusulkan oleh provinsi untuk mendapatkan penghargaan, Kalau SD SMP Adiwiyata Kabupaten Kota, kalau SMA itu Adiwiyata provinsi. Penghargaannya diberikan oleh kepala Daerah. Kemudian setelah itu, mereka bisa melanjutkan lagi untuk bisa dinilai dan mendapatkan penghargaan Adiwiyata nasional, nah itu penghargaannya diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Di Kabupaten Garut sendiri yang sudah diundang mengikuti program ini sebanyak 140 sekolah.

” Yang kami undang 140, tapi saya belum cek yang hadir berapa orang, di Zoom juga ada gitu, jadi mungkin jumlah bisa lebih dari itu,” katanya.

Dari jumlah tersebut, yang sudah dianggap menjadi sekolah Adiwiyata sbanyak 60 sekolah.

0 Komentar