“Jangan sampai ketika Kalapas berganti, program-program unggulan ini juga hilang. Hal seperti ini yang justru bisa mengecewakan publik, warga binaan, hingga para mitra yang sudah terlibat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Prof. Adrianus berharap praktik baik dari Lapas Garut dapat dijadikan model oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk diperluas ke berbagai UPT pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
“Saya berharap apa yang dilakukan di Garut ini bisa menjadi teladan nasional. Kita butuh lebih banyak Lapas seperti ini untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, manusiawi, dan bermartabat,” pungkasnya.