Hendaknya Berpuasa Bersama Pemerintah

ustadz Abu Yahya Badru Salam,LC
ustadz Abu Yahya Badru Salam,LC
0 Komentar

RADAR GARUT – Perbedaan dalam menentukan kapan puasa Ramadan selalu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini karena selalu terjadi perbedaan antara organisasi Islam di Indonesia tentang menetapkan kapan 1 Ramadan.

Terkadang ada organisasi Islam yang mendahului pemerintah dalam berpuasa, namun ada juga yang belakangan dari pemerintah.

Menyikapi masalah ini, ustadz Abu Yahya Badru Salam,LC dalam youtube Rodja TV menjelaskan, hendaknya berpuasa Ramadan ini mengikuti pemerintah.

Baca Juga:Menag Mengusulkan Pajak Bisa Dibayarkan lewat ZakatPenerapan Kuliah Online Harus Dikaji, Ini Pesan dari Sekjen Kemendiktisaintek

Hal itu sebagaimana penafsiran sebuah hadits Rasulullah dari riwayat imam Tirmidzi yang artinya:

“Puasa pada hari kalian semua berpuasa, beridul fitri pada hari kalian semua beridul fitri, beridul adha pada hari kalian semua beridul adha”

Kalangan ahli ilmu menafsirkan hadits ini bahwasanya berpuasa di sini harus bersama dengan “Al Jamaah”. dan Al Jamaah itu maksudnya adalah bersama pemimpin kaum muslimin atau pemerintah.

Dengan begitu, hadits ini menunjukkan bahwa persoalan menentukan kapan puasa dan kapan berhari raya tidak boleh diserahkan kepada individu atau organisasi tertentu. Namun kewenangan menentukan puasa dan hari raya adalah kewenangan atau hak pemimpin atau pemerintah.

Hal ini juga seperti yang telah dicontohkan dari zaman Rasulullah dan para khulafaur rasyidin di masa Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib. Ketika ada yang melihat hilal, mereka akan melaporkan dulu kepada Rasulullah dan para khalifah, baru kemudian Rasulullah dan para khalifah inilah yang mengumumkan puasa.

0 Komentar