Tanah Urug Disiapkan untuk Antisipasi Kebakaran TPA Pasir Bajing

(Ale/Radar Garut)
Lokasi pembuangan sampah TPA Pasir Bajing Kabupaten Garut. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

Menurutnya, program khusus untuk menjaga ketersediaan air itu tidak ada, dan pihaknya pernah melakukan pengeboran sampai 120 meter itu airnya tidak keluar, dan akhirnya mengambil dari sumber mata air dari gunung yang masuk ke masyarakat.

“Jadi akhirnya kita ngambil dari mata air sumber air dari gunung yang masuk ke masyarakat, jadi kita izin ke masyarakat gitu ya, malah bukan izin lagi, beli lah gitu ya. Kita ada retribusinya ke masyarakat berapa kurang lebih 200 ribu ya per bulan gitu untuk supaya kita mendapatkan sumber air ke TPA,” katanya.

Jujun menyampaikan, musim kemarau otomatis akan berdampak pada kekeringan, dan akan terjadi kebakaran, sehingga terjadilah polusi udara yang dimungkinkan akan menutup akses menuju TPA, yang akhirnya armada tidak bisa masuk.

Baca Juga:Pasokan Gas Melon Ditambah 67.200 Tabung, Kelangkaan Mulai BerkurangSelama April BPBD Garut Catat 40 Bencana, 166 Jiwa dan 96 Rumah Terdampak

“Ya beda ini bukan-bukan gelap oleh cahaya, ini mah gelap karena memang oleh asap, kan gitu. Nah ini berdampaknya apa? Akhirnya nanti si armada-armada tidak bisa masuk TPA, akhirnya apa? Tidak akan terangkut di zona ini apa, sekitar perkotaan atau di sumber timbulan sampah,” imbuhnya.

Lokasi di Garut yang dinilai rawan kekeringan, kata Jujun, jika dalam kacamata Lingkungan Hidup otomatis diwilayah TPA.

“Ya kalau kita bicara lingkungan hidup pasti TPA, kalau bicara lingkungan hidup ya kalau bicara untuk wilayah ini mungkin baiknya ke dinas pertanian atau di damkar ya kayak gitu,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar berperan aktif untuk menjaga lingkungan, pertama jangan membakar sampah sembarangan, dan membuang puntung rokok yang masih menyala.

“Ya pertama untuk dalam mereka menghadapi keringannya kalau saya nitip jangan sekali-kali ngebakar sampah ya, kadang-kadang kan masyarakat kalau ranting itu dibakar, itu juga jangan apalagi dibakarnya di dekat bak-bak sampah kami, seperti itu juga sama puntung rokok,” pungkas Jujun. (Rizka)

0 Komentar