Permintaan Bibit Alpukat di Garut Diprediksi Masih Tinggi Selama Musim Hujan

(Feri/Radar Garut)
bibit alpukat aligator di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Musim hujan yang masih berlangsung sampai bulan April 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha pertanian, khususnya penjual bibit buah.

Kebutuhan bibit alpukat di Kabupaten Garut diperkirakan tetap tinggi seiring kondisi cuaca yang dinilai ideal untuk menanam.

Salah satu penyedia bibit, Kios Khadizarah Bibit yang berlokasi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, menyediakan berbagai jenis bibit alpukat dalam jumlah yang mencukupi untuk kebutuhan petani lokal.

Baca Juga:Rudy Gunawan Klarifikasi Tudingan Penyelewengan Dana Bonus Produksi Panas BumiDiduga Mabuk, Pengemudi Grand Livina Tabrak Gerobak Nasi Goreng di Ciledug Garut

Pemilik kios, Nunung Komalasari, menjelaskan bahwa curah hujan yang masih tinggi menjadi pendukung utama meningkatnya minat petani untuk menanam alpukat.

“Musim hujan adalah waktu yang tepat untuk menanam karena perawatan akan lebih mudah terutama dari sisi kebutuhan air. Selagi masih hujan kami menyarankan kepada petani untuk segera menanam sebelum kemarau datang,” ujar Nunung Komalasari.

Menurutnya, permintaan bibit alpukat di kiosnya hingga saat ini masih cukup tinggi. Beberapa jenis yang paling diminati antara lain Aligator, Miki, HAS, dan Markus.

“Keempat jenis alpukat inilah yang sejauh paling dominan permintaannya di petani Kabupaten Garut,” katanya.

Keempat jenis alpukat ini juga dinilai sangat cocok dan memiliki produktivitas yang tinggi jika dibudidayakan di Kabupaten Garut.

Dengan kondisi cuaca yang masih mendukung, Nunung menghimbau kepada para petani untuk memanfaatkan momentum musim hujan guna memaksimalkan hasil tanam, khususnya untuk komoditas alpukat yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.(Feri)

0 Komentar