Pasokan Gas Melon Ditambah 67.200 Tabung, Kelangkaan Mulai Berkurang

pangkalan gas LPG di Garut
pangkalan gas LPG di Garut
0 Komentar

GARUT – Gas LPG 3 Kilogram, sempat banyak dikeluhkan oleh masyarakat Garut di beberapa lokasi, kelangkaan dan adanya kenaikan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi faktor penyebabnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi, mengatakan bahwa menurut informasi dari SBM Pertamina akan ada rencana penambahan pasokan sebanyak 67.200 tabung.

“Sebetulnya kalau menurut informasi dan rencana ya, rencana yang akan dilaksanakan oleh pihak SBM Pertamina itu selepas Idul Fitri ini ditambahkan pasokan sebanyak 67.200 tabung tambahan pasokan,” ujarnya.

Baca Juga:Selama April BPBD Garut Catat 40 Bencana, 166 Jiwa dan 96 Rumah TerdampakDisperindag Imbau Warga Garut Tak Panic Buying Soal BBM

Ia menyebutkan, pihak Pertamina sendiri sudah memiliki jadwal dari mulai H- dan H+ Idul Fitri terkait penambahan pasokan Gas LPG 3 Kg, namun jika dilapangan masih terjadi kelangkaan pihaknya dan Pertamina tengah melakukan pendataan.

“Sudah memang direncanakan, ada pun kalau di lapangan masih terjadi kelangkaan, nah ini ya kami juga masih melakukan pendataan, dari pihak Pertamina juga kita akan melakukan mapping kebutuhan real dari masing-masing desa dan juga kecamatan sehingga ini tidak terjadi kembali kelangkaan,” sebutnya.

Selain itu, kata Ridwan, kelangkaan menurut pasokan dari Pertamina memang normal bahkan penambahan yang cukup besar, namun memang adanya peningkatan penggunaan dirumah tangga.

“Hanya saja memang dari beberapa kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan penggunaan dirumah tangga dengan adanya isu kenaikan harga BBM,” katanya.

Ridwan menjelaskan, memang masih ada yang diatas HET, dan otomatis berdampak pada upaya penimbunan dalam artinya menggunakan lebih dari biasanya, bukan menimbun dalam jumlah besar.

“Karena kalau penimbunan di gas LPG itu tentu beresiko dari dia harus menyiapkan tabung yang cukup banyak. Ini statement yang disampaikan oleh pihak Pertamina, kalau penimbunan di gas LPG itu akan sangat sulit melakukan penimbunan masalahnya ya perlu kosnya besar,” jelasnya.

Sedangkan, kata dia, berbeda dengan penimbunan minyak tanah, bisa menimbun di ember, jerigen, ditempat yang tidak sesuai standar, berbeda jika Gas LPG yang otomatis harus tabung jika melakukan penimbunan, dan harga tabungnya sangat mahal.

0 Komentar