GARUT – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi bersih-bersih lingkungan di area halaman Masjid Agung Garut, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pegawai serta peserta magang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus wujud nyata kontribusi pemasyarakatan kepada masyarakat.
Sejak pagi hari, seluruh peserta kegiatan telah melaksanakan apel bersama sebelum memulai aksi bersih-bersih.
Baca Juga:Rutan Garut Gelar Pembukaan Pekan Olahraga HBP ke-62, Perkuat Pembinaan dan KebersamaanMantan Kades Panggalih Didakwa Rugikan Negara Rp643 Juta
Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta membersihkan area sekitar masjid, mulai dari halaman utama hingga lingkungan sekitar, guna menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan tertata bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beribadah.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Hari Bhakti Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga kepedulian sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini kami maknai sebagai ajang untuk meningkatkan peran aktif jajaran pemasyarakatan di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan di dalam, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata di luar, salah satunya melalui kegiatan sosial seperti aksi bersih-bersih lingkungan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus ditanamkan, baik kepada petugas maupun masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana edukasi sekaligus contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat menjadi budaya yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik oleh jajaran Rutan maupun masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih.
Baca Juga:Garut Masuk Kandidat Kabupaten Antikorupsi 2026Jalur Garut–Pantai Selatan Kembali Dibuka, Petugas Masih Bersihkan Sisa Longsor
“Kami ingin membangun citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang humanis dan peduli. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan kehadiran Rutan Garut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
