Kasus Campak di Garut Masih Bertambah, Dinkes Dorong Imunisasi Lengkap untuk Balita

(Ilustrasi Freepik/radargarut.id)
Kasus Campak di Garut Masih Bertambah, Dinkes Dorong Imunisasi Lengkap untuk Balita. (Ilustrasi Freepik/radargarut.id)
0 Komentar

GARUT – Kasus campak di wilayah Kabupaten Garut, sebelumnya mencapai 34 kasus. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani.

Menurut Leli, untuk perkembangan hingga saat ini kasus campak di Garut sudah cukup landai, meskipun ada peningkatan.

“Sekarang kita memang masih ada peningkatan walaupun landai, mudah-mudahan dengan penanganan yang cepat itu bisa segera turun,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:Imbauan WFH Satu Hari Seminggu, Perusahaan Dilarang Potong Gaji KaryawanPemkab Garut Siapkan Seleksi Calon Sekda, Maksimal Usia 58 Tahun

Ia menyampaikan, dikarenakan kasus campak mengalami peningkatan di Kabupaten Garut, bahkan beberapa daerah di Jawa Barat dan di Indonesia, sehingga Kementerian Kesehatan mengintruksikan untuk melakukan Imunisasi massal.

“Makanya dari Kementerian Kesehatan menginstruksikan kita untuk melakukan ORI (Outbreak Response Immunization),” ucapnya.

Leli menjelaskan, ciri-ciri orang yang akan terkena campak biasanya ada demam, kemudian muncul ruam merah mulai dari belakang kepala hingga menyebar ke tubuh.

“Dan memang biasa disertai juga dengan mata merah, kemudian ada juga misalnya gangguan saluran cerna, kemudian gangguan saluran nafas, karena juga menginfeksi saluran nafas, dan ya memang kalau yang di literatur, kalau yang beratnya memang sampai bisa menginfeksi otak,” jelasnya.

Terkait peristiwa seorang Dokter di Kabupaten Cianjur yang diduga meninggal akibat terpapar Campak. Menurut Leli, belum bisa dipastikan, karena belum ada rilis resmi dari Kementerian Kesehatan.

“Itu belum ada rilis dari Kementerian Kesehatan ya, maksudnya itu karena apa-apanya kita juga belum mendapatkan informasi secara resmi dari Kementerian Kesehatan, jadi kita tidak mengetahui apakah itu karena memang penyebab kematiannya karena apa,” kata Leli.

Ia mengatakan, untuk kasus Campak memang bisa menyerang ke semua umur, namun usia yang rentan terkena campak itu usia anak Bawah Lima Tahun (Balita).

Baca Juga:Rudy Gunawan Sarankan Pemkab Garut Ajukan Perubahan Status Jalan ke ProvinsiOlahraga dan Aksi Bersih Warnai Hari Bhakti Pemasyarakatan di Lapas Garut

Lebih jauh kata Leli, untuk di Kabupaten Garut kasus campak memang disemua Kecamatan ada, namun yang paling banyak terjadi itu di wilayah Kecamatan Garut Kota atau di perkotaan Garut.

“Di daerah perkotaan, karena kan mungkin padat ya, padat penduduk, sehingga untuk penularan itu lebih cepat, karena kan itu droplet infection,” ungkapnya.

Leli mengimbau kepada masyarakat, sebetulnya campak ini penyakit yang bisa dicegah oleh Imunisasi, sehingga masyarakat diminta agar melengkapi imunisasi bagi balita, agar bisa terlindungi.

0 Komentar