Mengingat prakiraan cuaca masih berpotensi hujan lebat di wilayah Garut bagian selatan, BPBD dan Polres menghimbau warga untuk menghindari aktivitas di sekitar sungai dan lereng rawan longsor.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya infrastruktur di daerah pegunungan dan rawan bencana hidrometeorologi seperti Garut. Hujan deras yang kerap melanda wilayah ini sering memicu banjir, longsor, dan kerusakan jembatan.
Beberapa waktu lalu, wilayah Garut juga mengalami longsor di jalur Pameungpeuk yang sempat melumpuhkan lalu lintas lintas selatan. Pihak kepolisian dan instansi terkait saat ini sedang menyusun rencana penanganan darurat, termasuk pembangunan jembatan sementara (bailey bridge) jika diperlukan agar akses warga segera pulih.
Baca Juga:Data Pariwisata Berantakan: Menteri Widiyanti Mati Kutu Dicecar DPRMarvel Bocorkan 12 Tim yang Akan Menghadapi Doctor Doom
Muslih Hidayat menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman. Bagi warga yang terdampak, diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.
Peristiwa putusnya Jembatan Ciwarunga ini sekali lagi menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur tahan bencana di wilayah rawan seperti Garut.
Di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim gabungan terus memantau lokasi dan siap membantu masyarakat yang membutuhkan.
Warga diimbau untuk selalu update informasi cuaca dari BMKG dan menghubungi nomor darurat BPBD atau Polres Garut jika diperlukan.(*)
