RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali diuji oleh cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Barat sejak Rabu 8 April 2026 sore menyebabkan Jembatan Ciwarunga ambruk dan terputus total.
Kejadian ini langsung melumpuhkan akses jalan penghubung antara Desa Pasirlangu dan Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Warga setempat yang mengandalkan jembatan ini untuk mobilitas sehari-hari kini terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan sulit.
Baca Juga:Data Pariwisata Berantakan: Menteri Widiyanti Mati Kutu Dicecar DPRMarvel Bocorkan 12 Tim yang Akan Menghadapi Doctor Doom
Jembatan Ciwarunga yang memiliki panjang sekitar 14 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman 4,6 meter ini roboh akibat derasnya aliran air sungai yang membawa material tanah dan bebatuan.
Kerusakan terjadi sekitar Kampung Cirindu, Desa Tanjung Jaya. Intensitas hujan yang tinggi pada Rabu malam membuat arus air semakin deras, sehingga struktur jembatan tidak mampu menahan tekanan.
Polres Garut bersama Polsek Pakenjeng dan unsur terkait langsung turun ke lokasi pada Kamis 9 April 2026 pagi.
Tim gabungan yang terdiri dari Tim BPBD Garut, Tim SAR Brimob, Camat Pakenjeng, serta Kepala Desa Pasirlangu segera melakukan pengecekan mendalam.
Kapolda Polsek Pakenjeng, IPTU H. Muslih Hidayat, memimpin langsung pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi terkini pasca-kejadian.
“Dari hasil pengecekan, jembatan penghubung antar desa tersebut terputus akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakenjeng, sehingga berdampak pada akses jalan penghubung antar desa dan aktivitas masyarakat setempat,” ujarnya.
Dampak dari putusnya jembatan ini cukup signifikan bagi masyarakat. Warga Desa Pasirlangu dan Tanjung Jaya yang biasanya melintas jembatan untuk bersekolah, berbelanja, berobat, atau mengangkut hasil pertanian kini mengalami kesulitan besar.
Baca Juga:Modal Sejuta Narik Seharian: Ini 3 Rekomendasi Hape "Badak" Paling Pas Buat OjolWamen Ekonomi Kreatif dan Hoyoverse Jajaki Kolaborasi Kreatif: Usaha Memabawa IP Lokal Ke Global
Beberapa warga terpaksa menyeberangi sungai dengan risiko tinggi atau memutar lewat jalur yang lebih jauh, sehingga waktu tempuh menjadi dua kali lipat.
Aktivitas ekonomi lokal seperti distribusi hasil bumi dan perdagangan antardesa pun terganggu sementara waktu.
Tim gabungan terus berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini, fokus utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
