BPBD Garut Ingatkan Ancaman Kekeringan Saat Kemarau 2026, Gagal Panen Sangat Berpotensi

Hasil panen padi di Leuwigoong Garut menurun drastis akibat kekeringan,(pepen apendi)
Hasil panen padi di Leuwigoong Garut menurun drastis akibat kekeringan,(pepen apendi)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencananya Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, sebelumnya menyampaikan bahwa sesuai dari pernyataan resmi dari BMKG Pusat bahwa sebagian wilayah Indonesia pada tahun 2026 akan mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya dan lebih kering.

Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengatakan bahwa akibat dari musim kemarau biasanya yang sangat terdampak dan terasa itu kekeringan.

Maka dari itu ia menjelaskan, Garut pada tahun 2023 pernah mengalami dampak dari kekeringan yang tersebar di 10 Kecamatan dan 26 Desa.

Baca Juga:Kasus Campak di Garut Masih Bertambah, Dinkes Dorong Imunisasi Lengkap untuk BalitaImbauan WFH Satu Hari Seminggu, Perusahaan Dilarang Potong Gaji Karyawan

“Ya kita di tahun 2023, pernah mengalami dampak kekeringan, itu yang terdampak wilayah ada 10 kecamatan, tersebar di 26 desa. Dan ini kita menyatakan sebagai keadaan status tanggap daurat,” jelasnya belum lama ini.

Ia menyebutkan, yang paling terdampak akibat kekeringan tentu disektor pertanian, seperti gagal panen, dan ketersediaan bahan pangan.

“Tentu yang paling terdampak adalah ya tadi adanya gagal panen, kemudian juga kaitan dengan ketersediaan pangan daerah ya itu berdampak sekali,” sebutnya.

Ia menyampaikan, dengan diprediksi akan ada musim kemarau di tahun 2026 nantinya ada penguatan dari lintas sektor, untuk melakukan antisipasi menghadapi musim kemarau.

“Nah ini nanti mungkin ada penguatan-penguatan nanti ada koordinasi dengan lintas sektor, di dalam melakukan langkah-langkah antisipasinya nanti, semua TNI, POLRI, SKPD teknis, termasuk juga relawan juga nanti,” kata Abud.

Ia menambahkan, dalam hal ini menjadikan seluruh pemangku kebijakan untuk merekatkan sinergitas bersama.

“Jadi bagaimana dalam kesiapan kita seluruh pemangku kepentingan untuk merekatkan sinergitas di antara semua stakeholder itu,” pungkasnya. (Rizka)

0 Komentar