RADARGARUT– PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akhirnya menjawab keluhan menahun para pelanggan setianya, terutama pengguna kelas ekonomi.
Lewat kampanye bertajuk “Mendengar Lebih Dalam”, KAI secara resmi mengonfirmasi transformasi besar-besaran pada desain kursi kereta api, mengubah citra kelas ekonomi yang dulunya identik dengan istilah “adu dengkul” menjadi jauh lebih ergonomis dan manusiawi.
Transformasi ini bukan sekadar polesan kosmetik. Berdasarkan data internal perusahaan, KAI telah mengumpulkan lebih dari 12,3 juta interaksi pelanggan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Baca Juga:Bupati Garut Sambut Kunjungan BRIN Bahas Inovasi DaerahTimnas Futsal Indonesia Taklukan Australia 3-2 dan Juara Grup B ASEAN Futsal Championship 2026
Jutaan masukan inilah yang menjadi fondasi bagi manajemen untuk mengevaluasi dan merombak fasilitas paling mendasar dalam perjalanan kereta api, yaitu tempat duduk.
Evolusi Kursi: Dari Tegak Lurus ke Ergonomis
Dalam unggahan terbarunya, KAI memperlihatkan evolusi nyata desain kursi mereka.
Jika dulu penumpang kelas ekonomi harus pasrah duduk di bangku panjang dengan sandaran tegak 90 derajat yang sering memicu sakit punggung, kini standar baru telah ditetapkan.
Perubahan ini dimulai dari hadirnya Ekonomi New Generation. Kursi-kursi baru ini tidak lagi berbentuk bangku panjang untuk 2-3 orang, melainkan kursi individu yang memiliki fitur reclining atau bisa diatur kemiringannya dan bisa diputar searah perjalanan.
Perubahan desain ini secara otomatis mengakhiri penderitaan “adu dengkul” antar penumpang yang duduk berhadapan, memberikan ruang kaki yang jauh lebih lega.
Berbasis Data dan Survei Pelanggan
KAI menegaskan bahwa setiap perubahan yang dilakukan memiliki dasar ilmiah dan aspiratif.
Pada 6-10 Februari 2025, KAI kembali menggelar survei pelanggan secara intensif untuk menggali kebutuhan penumpang secara lebih spesifik. Fokus utamanya adalah mencari posisi duduk yang paling pas, nyaman, dan mendukung kesehatan tulang belakang selama perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:Harga Emas Antam Melonjak Rp50.000: Momentum Emas Fisik di Tengah Ketidakpastian Ekonomi GlobalMenteri Purbaya Lakukan Kajian Lebih Lanjut Terkait Gaji 13 ASN
”Perbaikan terus berlanjut agar semakin banyak pelanggan yang merasakan. Karena bagi kami, kenyamanan adalah dasar layanan,” tulis manajemen KAI dalam keterangannya.
Komitmen ini tidak hanya menyasar kelas Ekonomi New Generation, tapi juga mencakup optimalisasi kelas Ekonomi Kerakyatan hingga penyempurnaan kursi di kelas Eksekutif.
Dampak Bagi Pengalaman Penumpang
Langkah KAI melakukan upgrade besar-besaran pada armada kelas ekonomi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan transportasi darat di Indonesia.
