GARUT – Akses utama menuju kawasan wisata pantai selatan di Kabupaten Garut yang sebelumnya lumpuh akibat longsor, kini mulai kembali normal. Ruas Jalan Raya Pameungpeuk–Cikajang yang sempat tertutup total material longsoran sudah dapat dilintasi kendaraan, meski proses pembersihan masih terus dilakukan.
Kasi Humas Polres Garut, Ipda B. Susilo Adi, menyampaikan bahwa evakuasi material longsor telah dilakukan sejak Rabu malam dan sebagian besar hambatan di badan jalan berhasil disingkirkan.
“Sejak tadi malam material longsor sudah berhasil dibersihkan. Saat ini jalur sudah bisa dilalui kendaraan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:Rutan Garut Tegaskan Komitmen Integritas, KPR: Satops Patnal Jadi Garda Pengawasan InternalPeringati HBP ke-62 Rutan Garut Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Narkoba dan Handphone Dipastikan Nihil
Meski demikian, petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, relawan, serta masyarakat setempat masih disiagakan di lokasi. Mereka terus melakukan pembersihan sisa material sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tetap aman bagi pengguna jalan.
“Personel masih berada di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas lancar dan membersihkan sisa longsoran yang masih ada,” tambahnya.
Sebelumnya, bencana longsor terjadi pada Rabu (8/4) sore di wilayah Kecamatan Cihurip, tepatnya di jalur penghubung utama dari Garut menuju kawasan wisata selatan. Material tanah dan bebatuan menutup akses jalan di beberapa titik sekaligus, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas sempat dialihkan melalui jalur alternatif Bungbulang–Pakenjeng untuk menghindari kemacetan dan potensi bahaya.
Garut Dikepung Bencana dalam Sehari
Tidak hanya di satu lokasi, bencana alam juga terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Menurut Kabid Linmas Satpol PP Garut, Tuabgus Agus Sofyan, dalam kurun waktu satu hari, tercatat sedikitnya 12 titik kejadian bencana yang didominasi oleh longsor dan banjir.
“Sejumlah titik longsor dilaporkan menutup akses jalan provinsi maupun kabupaten, di antaranya di wilayah Cikajang, Cihurip, Pamulihan, hingga Cisompet. Sementara itu, wilayah Pakenjeng menjadi salah satu daerah paling terdampak dengan beberapa kejadian sekaligus, mulai dari longsor hingga banjir yang mengakibatkan jembatan penghubung antar desa putus total,” sebut Tubagus.
