Harga Minyak Goreng Naik Resahkan Masyarakat Dan UMKM

(Unsplash/radargarut.id)
Harga minyak naik ancam UMKM dan Masyarakat (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Harga minyak goreng di pasaran dalam negeri kembali mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini langsung dipicu oleh lonjakan harga Crude Palm Oil atau CPO di pasar global yang terus meroket.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa gejolak harga CPO saat ini banyak dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi dunia.

“Kenaikan harga minyak mentah internasional akhirnya menular ke harga CPO, yang kemudian berdampak pada minyak goreng di dalam negeri,” ujar Gunawan, Selasa 7 April 2026.

Baca Juga:Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2026 setelah Kalahkan Malaysia 1-0Polres Garut Gelar Monitoring Serentak Imunisasi Campak ORI: Cegah KLB dan Lindungi Ribuan Balita di Garut

Saat ini, harga CPO di pasar internasional berada di kisaran 4.811 ringgit per ton, naik sekitar 20 persen dibandingkan akhir Februari 2026. Di Sumatera Utara, kenaikan ini justru menguntungkan petani sawit karena harga Tandan Buah Segar (TBS) melonjak hingga Rp3.000 per kilogram.

Namun, di tingkat konsumen, dampaknya terasa berat. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga minyak goreng curah di Kota Medan kini mencapai Rp20.750 per kilogram.

Angka ini naik sekitar Rp2.750 per kilogram dibandingkan akhir 2025 yang masih di kisaran Rp18.000 per kilogram.

Kenaikan ini cukup memberatkan rumah tangga menengah ke bawah serta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengandalkan minyak goreng sebagai bahan baku utama.

Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan minyak goreng murah, Gunawan menilai langkah tersebut belum cukup efektif menahan laju kenaikan harga karena biaya produksi di pabrik terus meningkat.

Proyeksi dan Dampak Geopolitik

Lonjakan harga CPO tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong harga energi dunia.

Beberapa lembaga memproyeksikan harga CPO global bisa terus naik sepanjang kuartal II 2026, bahkan mencapai US$1.783 per ton pada Juni. Sementara itu, Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi CPO untuk April 2026 sebesar US$989,63 per metrik ton, naik 5,41 persen dari bulan sebelumnya.

Baca Juga:PSSI Kantongi Satu Lawan Resmi untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026Rupiah Tembus Rp 17.100 per Dolar AS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan APBN 2026 Tetap Aman

Di satu sisi, petani sawit dan eksportir mendapat keuntungan dari harga yang melambung.

Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen akhir harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Kenaikan harga minyak goreng juga berpotensi memicu inflasi pangan jika tidak segera diatasi.

0 Komentar