GARUT – Buah alpukat jenis Miki kini dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan beberapa varietas lainnya di sejumlah kios buah di Kabupaten Garut. Tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh kualitas rasa dan tekstur yang dinilai lebih unggul.
Salah seorang pedagang buah di Kecamatan Samarang, Tati, mengungkapkan bahwa alpukat Miki memiliki karakteristik daging buah yang lebih pulen dan tidak berair, sehingga banyak diminati konsumen.
“Alpukat Miki itu lebih pulen, enak, tidak becek. Makanya harganya saya jual lebih mahal,” ujarnya.
Baca Juga:Warga Garut Diminta Beli Gas Elpiji di Pangkalan, Agar Harganya Sesuai HETRudy Gunawan Bantah Kritik Soal Kereta Api Garut-Cikajang
Menurut Tati, meskipun ukuran alpukat Miki tidak sebesar jenis aligator maupun beberapa varietas lain, dari segi cita rasa justru lebih disukai. Tekstur yang lembut dan rasa yang gurih menjadi nilai tambah tersendiri bagi buah ini di pasaran.
Ia juga menyebut bahwa alpukat Miki kerap dijuluki sebagai “alpukat mentega”. Julukan tersebut muncul karena warna daging buahnya yang kuning cerah serta teksturnya yang lembut menyerupai mentega.
Hal senada disampaikan Nunung Komalasari, pemilik kios bibit buah di Kampung Cijelerun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. Ia menilai alpukat Miki memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan beberapa jenis lainnya.
Nunung mengungkapkan, permintaan terhadap bibit alpukat Miki di tempat usahanya tergolong tinggi. Banyak warga Garut yang mulai tertarik membudidayakan tanaman tersebut karena nilai ekonominya yang menjanjikan.
Selain itu, ia menambahkan bahwa alpukat Miki dinilai cocok dikembangkan di wilayah Kabupaten Garut. Kondisi geografis yang mendukung menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya tanaman tersebut.(Feri)
