RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 melonjak tajam hingga 59,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah wisatawan yang tercatat mencapai 255.506 orang, naik signifikan dari 159.997 orang pada Lebaran 2025. Angka ini langsung menjadi sorotan, sekaligus memicu komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat digitalisasi pariwisata melalui sistem e-ticketing.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan bahwa lonjakan kunjungan ini bukan sekadar keberhasilan sementara, melainkan tantangan sekaligus peluang besar.
Baca Juga:Pembatasan BBM Subsidi Mulai 1 April 2026: Isi Pertalite dan Solar Tak Lagi Bebas, Maksimal 50 Liter per HariDari Hutan Belantara Menuju Jantung Perdagangan Garut: Jejak Panjang Jalan Pengkolan
“Kami melihat peningkatan ini sebagai sinyal bahwa infrastruktur dan promosi wisata sudah mulai berjalan. Namun, untuk menjaga momentum, fokus utama ke depan adalah peningkatan kompetensi SDM serta modernisasi sistem pengelolaan. Salah satu strategi konkret yang akan segera diambil adalah percepatan digitalisasi melalui sistem e-ticketing,” ujarnya.
Sistem e-ticketing yang dimaksud bukan sekadar alat pembayaran tiket secara daring. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelian tiket masuk, reservasi waktu kunjungan, dan pembayaran non-tunai dalam satu aplikasi atau website resmi.
Wisatawan dapat memesan tiket dari rumah, menghindari antrean panjang di loket, serta mendapatkan informasi real-time tentang kapasitas pengunjung di setiap objek wisata.
Data yang terkumpul juga akan menjadi bahan analisis penting bagi pemerintah daerah untuk memprediksi pola kunjungan, mendistribusikan wisatawan secara merata, dan mencegah overcrowding di destinasi favorit.
Tiga destinasi unggulan yang mendominasi kunjungan Lebaran 2026 membuktikan urgensi sistem ini. Pantai Santolo di Garut Selatan mencatat 23.368 pengunjung, diikuti Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan dengan 22.447 pengunjung, dan Pantai Sayang Heulang yang dikunjungi 21.560 orang.
Ketiga lokasi ini sebelumnya sudah populer, namun lonjakan tahun ini menunjukkan potensi sekaligus risiko overcrowding jika pengelolaan masih manual.
Dengan e-ticketing, Disparbud Garut berharap dapat mengatur kuota harian, memberikan pengalaman yang lebih nyaman, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata secara transparan.
Baca Juga:Indonesia Resmi Dapat Pasokan BBM dan LPG Pengganti dari Timur TengahGarut Siap Jadi Tuan Rumah Bergengsi: Kejurda Voli U-18 Jabar 2026
Selain e-ticketing, Disparbud Garut juga tetap memperkuat tiga pilar lain diantara lsin adalah keamanan, kebersihan, dan peningkatan kompetensi SDM.
