GARUT – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rutan Kelas IIB Garut menggelar razia gabungan kamar hunian warga binaan sekaligus tes urine bersama aparat penegak hukum, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian upaya memperkuat pengawasan serta memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari peredaran narkoba dan barang terlarang.
Razia tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail, yang memberikan arahan kepada seluruh petugas agar pelaksanaan berjalan profesional, humanis, namun tetap tegas.
Ismail mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah blok hunian warga binaan, di antaranya blok A2, A4, A5, A7, serta blok B1, B2, dan B3. “Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan,” katanya.
Baca Juga:Peredaran Obat Terlarang di Garut Dibongkar Lagi, 2 Pria Diamankan PolisiTagih Utang Berujung Kekerasan, Polisi Kejar Pelaku Penganiayaan di Wanaraja
Dari hasil razia, dijelaskan Ismail, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, seperti alat cukur, korek api gas, tali sepatu, kartu remi, serta beberapa benda logam kecil. Barang-barang tersebut kemudian diamankan sebagai bentuk penertiban dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain razia, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine terhadap 50 warga binaan yang dipilih secara acak, serta 25 orang pegawai Rutan Garut. “Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa dalam razia tersebut tidak ditemukan adanya narkoba maupun handphone di seluruh kamar hunian yang diperiksa. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator positif bahwa pengawasan dan pembinaan yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik.
Ismail menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen nyata dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.
“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa lingkungan Rutan Garut tetap bersih dari peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
