RADARGARUT– Kabupaten Garut, Jawa Barat, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Laju Pertumbuhan Ekonomi tercatat mencapai 5,95%, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,95%. Capaian ini menjadi bukti bahwa perekonomian daerah terus bergerak positif meski menghadapi berbagai tantangan global dan nasional.
Menurut data yang dipublikasikan akun resmi Pemerintah Kabupaten Garut (@garutkab_official), sektor yang paling mendominasi pertumbuhan adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi mencapai 2,13% terhadap LPE.
Baca Juga:SIM Keliling Polres Garut April 2026 Hadir di Dua Armada: Mudah, Cepat, dan Dekat ke Warga!POCO X8 Pro Series: Monster Baterai 9000mAh, Gaming 120FPS, dan Harga yang Bikin Lawan Ketar-Ketir!
Sektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi Garut karena wilayahnya yang luas dan potensi pertanian yang besar. Diikuti oleh sektor Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,40%, serta Konstruksi yang juga memberikan kontribusi positif.
Struktur ekonomi Garut masih didominasi oleh sektor primer seperti pertanian, di mana laju pertumbuhannya mencapai angka tertinggi dibandingkan sektor lain.
Sektor jasa seperti transportasi, perdagangan, dan real estate juga turut mendukung, meski kontribusinya lebih kecil. Sementara sektor industri pengolahan dan pertambangan memberikan andil yang lebih moderat.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator makro lainnya juga menunjukkan perbaikan yang patut diapresiasi antara lain:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 70,57 poin dengan kategori Tinggi. Angka ini meningkat dari 69,91 poin pada tahun sebelumnya yang masih berada di kategori Sedang. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
- Presentase Penduduk Miskin turun menjadi 9,39%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9,68%. Penurunan ini menandakan upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan mulai membuahkan hasil.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan ke angka 6,54%, turun dari 6,96% pada periode sebelumnya.
- PDRB Per Kapita meningkat signifikan menjadi Rp31,29 juta, naik dari Rp29,01 juta di tahun sebelumnya. Kenaikan lebih dari Rp2 juta ini menunjukkan peningkatan pendapatan rata-rata penduduk Garut.
- Indeks Gini naik tipis menjadi 0,347 dari 0,324, yang mengindikasikan sedikit peningkatan ketimpangan, meski masih dalam batas yang terkendali.
Pembangunan daerah yang berkelanjutan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Garut.
Evaluasi terhadap indikator makro ini menjadi alat penting untuk mengukur keberhasilan program-program yang telah dijalankan, mulai dari peningkatan infrastruktur, dukungan sektor pertanian, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
