Hujan Deras di Garut Picu Longsor, Dinding Rumah Warga Jebol: Respons Cepat Polisi Beri Rasa Aman

(Istimewa)
Longsor hantam tembok warga di Desa Cinta Sukawening (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Garut kembali diuji oleh kekuatan alam. Pada Kamis malam, 2 April 2026, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut memicu tanah longsor di Kampung Bojongsari RT 05 RW 01, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah.

Material tebing yang longsor menghantam dinding rumah milik Dedi Munawar (40), seorang petani setempat, hingga sebagian dinding rumah berukuran sekitar 2 x 1 meter jebol. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Menurut keterangan saksi, Rodiah (50), saat kejadian ia sedang berada di dalam rumah.

Baca Juga:Menuju Treble Juara: Timnas Futsal Indonesia Siap Pertahankan Gelar di Piala AFF Futsal 2026Hilang Saat Melaut, Jasad Nelayan Muda Ditemukan Tim SAR di Perairan Sancang

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah belakang. Tak lama kemudian, dinding bagian tengah rumah langsung jebol akibat tertimpa material tanah dan batu yang longsor dari tebing di belakang rumah.

Kapolsek Sukawening, AKP Budiman mengungkapkan bahwa tebing yang terletak di belakang rumah Dedi mengalami longsor dan langsung menghantam tembok.

“Peristiwa tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan tebing di belakang rumah longsor dan menghantam dinding rumah milik korban,” ujarnya.

Anggota Polsek Sukawening Polres Garut segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.

Tim piket yang dipimpin Kapolsek Sukawening bersama unsur terkait tiba di lokasi bencana sekitar pukul 21.30 WIB, menyusul laporan warga tentang adanya longsoran tanah yang menimpa rumah.

Kehadiran aparat kepolisian ini bukan sekadar formalitas. Mereka melakukan asesmen kondisi lokasi, mendata kerusakan, serta memberikan rasa aman kepada warga yang terdampak.

Dinding rumah yang jebol menyebabkan bagian dalam rumah terpapar langsung, sehingga keluarga Dedi Munawar harus waspada terhadap potensi bahaya lanjutan, terutama jika hujan masih terus turun.

Baca Juga:Duel Sengit Raksasa Inggris: Manchester City vs Liverpool di Perempat Final FA Cup 2025/26 – Siapa yang Akan MNelayan Muda Garut Hilang Diterjang Ombak Besar Saat Pasang Jaring

Kondisi Topografi dan Faktor Pemicu

Kabupaten Garut memang dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang rawan bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor dan pergerakan tanah.

Topografi wilayah yang berbukit dan bergunung, ditambah dengan intensitas curah hujan yang tinggi selama musim hujan, sering kali menjadi pemicu utama.

Di Kecamatan Karangtengah sendiri, tebing-tebing curam di belakang pemukiman warga kerap menjadi ancaman ketika air hujan meresap dan mengurangi daya dukung tanah.

0 Komentar