GARUT – Destinasi wisata di area pantai di Garut Selatan, masih menjadi tren primadona setiap tahunnya, pasalnya selalu ada peningkatan pengunjung dalam setiap momentumnya, baik ke Pantai Santolo maupun Sayang Heulang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, sebelumnya mengatakan bahwa pada libur lebaran 2026 kemarin Pantai Santolo masih menjadi wisata populer pertama dengan jumlah kunjungan 22.645 wisatawan.
Tak hanya itu, kata Beni, disusul dengan posisi kedua Pantai Sayang Heulang dengan jumlah kunjungan 20.752 kunjungan wisatawan.
Baca Juga:Garut dan Tasikmalaya jadi Prioritas ORI Selama AprilKemiskinan Ekstrem di Garut Belum Tertangani
Sehingga, menurut Beni, dibalik kunjungan wisata meningkat, perekonomian para pedagang warung diarea Pantai Santolo dan Sayang Heulang meningkat drastis.
“Coba investigasi ke lapangan, warung di Santolo, dan Sayang Heulang rata-rata transaksi hariannya itu sampai paling kecil Rp40 juta, paling gedenya Rp80 juta, itu selama tiga hari kemarin,” ujarnya.
Beni menyebutkan, dengan jumlah transaksi tersebut disetiap warung maka bisa dikatakan perputaran ekonomi nya sangat drastis.
“Itu transaksi harian, transaksi harian itu dapat segitu, ya silakan bisa cek ke masing-masing warung di sana, jadi purputaran ekonominya saya kira luar biasa ya,” ucapnya.
Ia menambahkan, dibalik perekonomian nya meningkat, sayangnya area pantai di Garut Selatan kerap masih terjadi aktivitas Pungutan Liar (Pungli), sehingga ia berharap akan terus melakukan pembinaan ke setiap elemen terkait.
“Pembinaan supaya itu jangan terjadi lagi ke depan, sayang ya saya melihat potensi Santolo, Sayang Heulang, Rancabuaya, itu potensinya sudah cukup besar,” tutupnya. (Rizka)
