Penanganan awal terhadap pasien juga menjadi perhatian, seperti melakukan isolasi minimal selama tujuh hari sejak munculnya ruam, pemberian vitamin A sesuai usia, serta memastikan asupan gizi yang cukup, khususnya makanan tinggi protein dan kalori.
Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi kunci pencegahan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam memeriksa status imunisasi anak. Vini menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk melengkapi imunisasi.
Baca Juga:Kemiskinan Ekstrem di Garut Belum TertanganiGaji Minim, Warga Garut Pilih Kerja ke Luar Daerah
“Segera datang ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasi. Campak bisa dicegah,” tegasnya.
Sebagai informasi, imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap, yakni saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, serta saat duduk di kelas 1 SD atau sederajat.
Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kasus campak di Jawa Barat secara signifikan.
