GARUT – Pohon di pinggir jalan provinsi, tepatnya di kawasan Pengkolan Pojok, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, kerap mengganggu arus lalu lintas akibat tumbang atau dahan yang menjuntai ke badan jalan.
Kondisi tersebut mendorong seorang warga setempat, Dian, untuk secara sukarela melakukan penebangan dan pemangkasan pohon menggunakan gergaji mesin.
Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan para pengendara, terutama kendaraan besar seperti truk.
Baca Juga:Rekap Usai Libur Lebaran, Ternyata Garut Dilanda 15 Bencana yang Didominasi Cuaca Ekstrem dan LongsorWarga Garut Protes Harga LPG 3 Kg Melambung, Datangi DPRD dan Polres
“Dahan dan pohon yang terancam tumbang, ditebang dan dipangkas agar tak menghalangi laju kendaraan terutama truk. Di Pengkolan Pojok ada pohon yang sering tertabrak truk. Pohon itu dahannya dipangkas, ” kata Dian.
Setelah dilakukan pemangkasan, jarak pandang pengendara menjadi lebih jelas dan tidak lagi terganggu oleh dahan pohon. Sebelumnya, kondisi tersebut berpotensi menutup sebagian ruas jalan.
Tidak hanya di wilayah Leuwigoong, di pinggir jalan Pasirjunti, Kecamatan Cibatu, juga ditemukan pohon tumbang yang sempat tidak tertangani.
Dian bersama rekannya kemudian turun tangan memotong pohon tersebut menggunakan gergaji mesin.
Potongan kayu dari pohon yang ditebang dimanfaatkan sebagai kayu bakar, salah satunya untuk kebutuhan pabrik tahu.
Dian menegaskan bahwa pohon-pohon yang ditebang merupakan milik warga, dan seluruh proses penebangan maupun pemangkasan telah mendapatkan izin dari pemiliknya.
Selain itu, Dian dan rekannya juga kerap diminta membantu menebang pohon di sekitar rumah warga di berbagai lokasi. Untuk pekerjaan tersebut, biasanya dikenakan biaya mengingat tingginya risiko dalam proses penebangan.(Pepen Apendi)
