Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Garut Mulai Turun dan Stabil Pasca-Lebaran

Pedagang telur di Pasar Ciawitali Garut. (Rizki Peratami/Radar Garut)
Pedagang telur di Pasar Ciawitali Garut. (Rizki Peratami/Radar Garut)
0 Komentar

RADARGARUT– Setelah sempat melambung tinggi akibat lonjakan permintaan selama masa Ramadan dan Idulfitri, kondisi harga pangan di Kabupaten Garut akhirnya mulai menunjukkan tren positif.

Memasuki pekan kedua setelah Lebaran 2026, harga berbagai komoditas pangan di Pasar Induk Guntur Garut dilaporkan mulai berangsur stabil dan kembali ke titik normal.

Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sebelumnya harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Baca Juga:Libur Lebaran 2026: Kunjungan Wisatawan ke Garut Melonjak Drastis, Pantai Selatan Jadi FavoritTruk Pasir Terguling di Jalur Banjarwangi, Sopir dan Penumpang Selamat dari Maut

Berdasarkan pantauan lapangan dan data dinas terkait, pasokan barang dari daerah penghasil kini mulai mengalir lancar, yang secara otomatis menekan harga di tingkat pedagang pasar.

Komoditas Utama yang Mengalami Penurunan Harga

Beberapa komoditas yang sebelumnya menjadi “primadona” kenaikan harga kini sudah mulai melandai. Berikut adalah beberapa perubahan signifikan yang terpantau:

  • Cabai dan Bumbu Dapur: Harga cabai merah keriting dan cabai rawit yang sempat menembus angka di atas Rp80.000 per kilogram, kini mulai turun ke kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Hal ini dipicu oleh mulai masuknya masa panen di beberapa wilayah sentra sayuran di Garut seperti Cikajang dan Cisurupan.
  • Daging Sapi dan Ayam: Daging sapi yang sempat melonjak drastis menjelang Lebaran kini stabil di harga normal. Begitu pula dengan daging ayam ras yang pasokannya kembali melimpah dari para peternak lokal.
  • Bawang Merah dan Putih: Komoditas ini juga menunjukkan tren penurunan harga yang stabil seiring dengan distribusi yang tidak lagi terhambat oleh arus mudik dan balik.

Faktor Pendorong Stabilitas Harga

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga pangan di Pasar Induk Guntur Garut kembali terkendali dengan cepat:

  • Kelancaran Logistik: Berakhirnya pembatasan angkutan barang selama masa mudik Lebaran membuat truk-truk pengangkut logistik pangan dapat mendistribusikan barang dengan lebih cepat dan efisien ke pasar-pasar induk.
  • Normalisasi Permintaan: Pola konsumsi masyarakat yang sempat melonjak tajam saat hari raya kini kembali ke pola normal. Berkurangnya tekanan permintaan ini membuat stok yang ada di pasar mencukupi untuk kebutuhan harian.
  • Hasil Panen Lokal yang Bagus: Kabupaten Garut sebagai salah satu lumbung sayur di Jawa Barat sangat diuntungkan dengan kondisi cuaca yang mendukung, sehingga pasokan sayur-mayur tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya.
0 Komentar