Warga Garut Ramai Tanam Alpukat HAS, Harga Tinggi dan Diminati Pasar Ekspor

Radar Garut
Pegawai Kios Khadizarah Bibit menyusun alpukat HAS
0 Komentar

GARUT — Minat petani di Kabupaten Garut untuk menanam alpukat jenis HAS terus meningkat. Varietas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta peluang pasar yang menjanjikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Alpukat HAS menjadi di antara yang paling banyak ditanam oleh petani di Kabupaten Garut, karena banyak keunggulan dan keuntungan secara ekonomi.

Hal itu diketahui dari banyaknya transaksi jual beli bibit alpukat di kios Khadizarah bibit yang berlokasi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Kios Khadizarah bibit ini banyak mendapatkan pesanan untuk jenis alpukat HAS.

Baca Juga:BBKSDA Jabar Tutup Sementara Pendakian Gunung Guntur, Pendaki Luar Kota Tetap Nekat NaikPameran “Telisik Bahagia” di Wanaraja Garut, Ajak Publik Memaknai Ulang Arti Kebahagiaan

Tim agronomi kios Khadizarah Bibit, Didin Sahidin menerangkan, salah satu faktor kenapa buah alpukat HAS digemari oleh petani Garut karena buahnya terbilang paling mahal di antara jenis yang lain.

Alpukat khas ini di pasaran atau harga konsumen bisa dihargai Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sementara di tingkat petani atau harga bandar, harganya bisa mencapai Rp60.000 per kilogram.

“Kalau alpukat has dari buahnya juga paling mahal. Itu memang bentuknya kecil tapi paling mahal,” ujar Didin.

Tidak hanya unggul dari sisi harga, kata dia, alpukat HAS juga memiliki daya tarik di pasar internasional. Komoditas ini banyak diminati oleh negara-negara Eropa hingga Australia karena kualitas dan cita rasanya.

“Karena alpukat ini di luar negeri sering dijadikan buat sarapan, buat sarapan tuh di luar negeri kebanyakan pakaialpukat HAS, gitu makanya mahal. Iya Australi sering, kebanyakan Australi pakai ini tuh kalau buat sarapan pagi makan alpukat hass,” katanya.

Dari segi rasa, menurutnya, alpukat HAS dikenal memiliki tekstur yang pulen dan cita rasa yang khas, sehingga menjadi pilihan favorit dibandingkan jenis alpukat lainnya.

“Kalau segi rasa susah menjelaskan soalnya kan yang sudah makan sama yang belum kan susahlah menjelaskan, ya enak, pulen,” sebutnya.

Baca Juga:Libur Lebaran 2026, Volume Sampah di Garut Naik 8,5 Persen hingga 312 Ton per HariAlpukat Jenis HAS Banyak Dibudidayakan Petani Garut di Dataran Tinggi

Meski begitu, dari segi ukuran buah, alpukat HAS cenderung tidak sebesar jenis lain seperti alpukat aligator. Ukurannya tergolong sedang, namun keunggulannya terletak pada rasa dan kualitas yang lebih diminati pasar.(Feri)

0 Komentar