Disdamkar Catat Insiden di Garut Saat Libur Lebaran 2026, Evakuasi Tawon Paling Sering

Radar Garut
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadisdamkar) Garut, Usep Basuki Eko
0 Komentar

GARUT – Selama musim libur lebaran 2026, sejumlah kejadian kebakaran dan non kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Garut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, puluhan kejadian kebakaran terjadi di periode tersebut. Sementara kejadian non kebakaran tercatat lebih dominan dibandingkan dengan kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadisdamkar) Garut, Usep Basuki Eko, menyampaikan, bahwa mayoritas penyebab terjadinya kebakaran berasal dari kebocoran gas akibat kelalaian pengguna yang lupa mematikan kompor.

Baca Juga:Anomali Cuaca Jadi Berkah, Program Jagung Hibrida BUMDes di Bayongbong Diprediksi Minim KendalaNasib 2.000 Honorer di Garut Diabaikan Pemerintah

Selain itu, beberapa kasus juga dipicu oleh korsleting listrik serta penggunaan petasan.

“Perbedaannya dengan kejadian di luar bulan puasa atau libur lebaran, kebakaran yang terjadi akibat petasan dan kebocoran gas,” ujar Usep Basuki Eko, Senin, 30 Maret 2026.

Sementara itu, kejadian non kebakaran tercatat lebih beragam dan jumlahnya lebih banyak. Diantaranya, evakuasi ular, mobil terperosok terutama yang dialami pemudik, hingga permintaan bantuan kendaraan bermasalah.

Menurutnya, evakuasi sarang tawon menjadi kejadian yang paling sering terjadi, bahkan hampir setiap malam dilaporkan di berbagai pos Damkar.

“Evakuasi tawon itu hampir merata, di tiap pos selalu ada laporan setiap hari,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa salah satu kejadian yang sempat menyita perhatian adalah evakuasi seekor sapi yang terperosok di wilayah Pameumpeuk.

“Nah, terus kemarin juga ada kejadian sapi yang terperosok, itu di Pamempeuk,” ungkapnya.

Baca Juga:Warga Garut Ramai Tanam Alpukat HAS, Harga Tinggi dan Diminati Pasar EksporBBKSDA Jabar Tutup Sementara Pendakian Gunung Guntur, Pendaki Luar Kota Tetap Nekat Naik

Eko menambahkan, semua penanganan dilakukan langsung oleh satu regu petugas yang diterjunkan ke lokasi.

Dalam pelaksanaannya, petugas dibagi sesuai kebutuhan penanganan. Dari total 13 personel yang siaga di Markas Komando (Mako), sebagian difokuskan pada tugas pemadaman kebakaran, sementara yang lainnya menangani kejadian diluar kebakaran. “Jadi kita bagi bagi tugasnya,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar