RADARGARUT – Pada Senin, 30 Maret 2026, harga emas batangan bersertifikat yang diproduksi Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami penurunan sebesar Rp30.000 per gram. Harga yang sebelumnya berada di Rp2.837.000 per gram kini menjadi Rp2.807.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh pihak Logam Mulia juga ikut turun sebesar Rp36.000 per gram, dari Rp2.461.000 menjadi Rp2.425.000 per gram.
Dengan kondisi ini, selisih antara harga jual dan harga buyback tercatat sebesar Rp382.000 per gram.
Baca Juga:Disdamkar Catat Insiden di Garut Saat Libur Lebaran 2026, Evakuasi Tawon Paling SeringAnomali Cuaca Jadi Berkah, Program Jagung Hibrida BUMDes di Bayongbong Diprediksi Minim Kendala
Selama ini, Antam menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya, yakni harga jual dan harga beli kembali (buyback).
Harga jual merupakan nilai yang harus dibayar saat membeli emas di gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback adalah nilai yang diterima saat menjual kembali emas ke gerai tersebut.
Sebagai contoh, jika kamu membeli emas pagi ini dengan harga Rp2.807.000 per gram, lalu di hari yang sama, kamu terpaksa menjualnya kembali, maka harga yang akan diterima hanya sekitar Rp2.425.000 per gram.
Perbedaan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kesalahan dalam perhitungan investasi.
Bagi calon investor emas batangan, memahami kedua jenis harga tersebut sangat penting. Jika tidak diperhitungkan dengan baik, selisih harga ini dapat memengaruhi potensi keuntungan maupun kerugian.
Dengan spread harga yang cukup besar, emas umumnya lebih sesuai dijadikan instrumen investasi jangka panjang.
Harapannya, kenaikan harga emas dalam jangka waktu lama mampu menutup selisih tersebut sekaligus memberikan keuntungan.
Baca Juga:Nasib 2.000 Honorer di Garut Diabaikan PemerintahWarga Garut Ramai Tanam Alpukat HAS, Harga Tinggi dan Diminati Pasar Ekspor
Sebagai gambaran, berikut simulasi potensi untung atau rugi berdasarkan waktu pembelian:
- Pembelian pada 23 Maret 2026 (Rp2.843.000/gram) → rugi 14,70%
- Pembelian pada 2 Maret 2026 (Rp3.135.000/gram) → rugi 22,65%
- Pembelian pada 30 Desember 2025 (Rp2.501.000/gram) → rugi 3,04%
- Pembelian pada 30 September 2025 (Rp2.234.000/gram) → untung 8,55%
- Pembelian pada 30 Juni 2025 (Rp1.880.000/gram) → untung 28,99%
- Pembelian pada 30 Maret 2025 (Rp1.806.000/gram) → untung 34,27%
- Pembelian pada 30 Desember 2024 (Rp1.528.000/gram) → untung 58,70%
- Pembelian pada 30 September 2024 (Rp1.464.000/gram) → untung 65,64%
- Pembelian pada 30 Juni 2024 (Rp1.365.000/gram) → untung 77,66%
Dari ilustrasi tersebut terlihat bahwa investasi emas cenderung memberikan hasil lebih optimal jika disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang.(*)
