Lumbung pangan masyarakat merupakan program nasional yang didukung pemerintah daerah untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat komunitas.
Di Kabupaten Garut, program serupa telah dikembangkan di beberapa kecamatan, termasuk melalui inisiatif “Gerbang Pangan” yang mencakup Gerakan Lumbung Rakyat atau Galura dan berbagai inovasi distribusi pangan murah.
Keberadaan lumbung ini memberikan banyak manfaat. Pertama, menjamin ketersediaan pangan saat musim paceklik atau harga komoditas melonjak.
Baca Juga:Laka Tunggal di Jalur Minim Penerangan: Toyota Sigra Terperosok Masuk Parit di Kadungora GarutPengumuman SNBP 2026 Segera Dirilis 31 Maret, Simak Cara Cek dan Link Resminya!
Kedua, memperkuat kelembagaan kelompok tani dan masyarakat desa melalui pengelolaan bersama. Ketiga, mendukung program ketahanan pangan nasional, di mana Garut sebagai salah satu wilayah penghasil pangan di Jawa Barat diharapkan dapat berkontribusi lebih optimal.
Anggota Kelompok Tumaritis menyambut baik kegiatan monitoring ini.
Komitmen Pemerintah Daerah
DKP Garut terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program, termasuk pemantauan rutin lumbung pangan, gelar pangan murah, dan pengembangan inovasi distribusi.
Di tengah ancaman perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, peran lumbung pangan masyarakat menjadi semakin strategis.
Kegiatan di Desa Sukamulya ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun kedaulatan pangan dari tingkat paling bawah.
Diharapkan, model serupa dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Garut, sehingga ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik, Lumbung Pangan Masyarakat Kelompok Tumaritis diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi aset berharga yang mendukung kesejahteraan warga Pakenjeng dan sekitarnya. (*)
