RADARGARUT– Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut melalui Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Lumbung Pangan Masyarakat Kelompok Tumaritis di Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 28 Maret 2026 dengan tujuan untuk memastikan pengelolaan cadangan pangan masyarakat berjalan efektif, efisien, serta mampu mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, menekankan pentingnya peran lumbung pangan masyarakat sebagai salah satu pilar ketahanan pangan lokal.
Baca Juga:Laka Tunggal di Jalur Minim Penerangan: Toyota Sigra Terperosok Masuk Parit di Kadungora GarutPengumuman SNBP 2026 Segera Dirilis 31 Maret, Simak Cara Cek dan Link Resminya!
“Lumbung Pangan Masyarakat bukan sekadar tempat penyimpanan beras atau bahan pangan, melainkan bentuk kemandirian desa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga hingga potensi kerawanan pangan akibat faktor cuaca atau bencana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim DKP Garut melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi fisik lumbung pangan, sistem pengelolaan, serta administrasi kelompok.
Tim juga memberikan pembinaan kepada anggota Kelompok Tumaritis terkait penguatan kelembagaan dan optimalisasi pemanfaatan lumbung agar dapat berfungsi secara berkelanjutan.
Kondisi Lumbung dan Tantangan di Lapangan
Desa Sukamulya, yang terletak di Kecamatan Pakenjeng, merupakan wilayah pedesaan dengan potensi pertanian yang cukup baik.
Namun, seperti banyak desa lain di Garut bagian selatan, daerah ini rentan terhadap kerawanan pangan akibat musim kemarau panjang, banjir, atau gangguan rantai pasok.
Lumbung Pangan Masyarakat Kelompok Tumaritis hadir sebagai cadangan strategis yang dikelola secara gotong royong oleh warga setempat.
Tim monitoring menemukan bahwa kondisi fisik lumbung saat ini masih memadai, meski diperlukan perbaikan kecil pada sistem ventilasi dan pengamanan agar kualitas pangan tetap terjaga.
Baca Juga:Kemenkes Dorong Masyarakat Pahami Bahaya Penularan Campak di Usia DewasaDuka di Jalur Garut Selatan: Abdi Negara Pemkab Garut Ditemukan Meninggal Dunia di Cikelet
Sistem administrasi kelompok juga dievaluasi, termasuk pencatatan stok, distribusi saat darurat, serta mekanisme pengembalian pinjaman pangan bagi anggota yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa lumbung tidak hanya ada secara fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen ketahanan pangan. Anggota kelompok diberikan pembinaan agar pengelolaannya lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat
Diharapkan melalui kegiatan monitoring rutin ini, Lumbung Pangan Masyarakat Kelompok Tumaritis dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketersediaan pangan serta mengantisipasi potensi kerawanan pangan di wilayah Kecamatan Pakenjeng.
