BBKSDA Jabar Tutup Sementara Pendakian Gunung Guntur, Pendaki Luar Kota Tetap Nekat Naik

(Rizka/Radar Garut)
Himbauan BBKSDA JABAR di Basecamp Gunung Guntur Via Citiis (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Momentum Libur Lebaran Idul Fitri 1447 H, menjadikan Kabupaten Garut banyak dikunjungi wisatawan, terutama yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Guntur.

Namun, sangat disayangkan aktivitas apapun di Gunung Guntur ditutup sementara oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat sesuai dengan Himbauan dari Surat Edaran.

Dalam himbauan nya tertulis: Berdasarkan Surat Edaran BBKSDA Jabar No.SE-666 Tahun 2026 tanggal 27 Februari 2026: Larangan kegiatan Wisata Alam di Kawasan Cagar Alam Jawa Barat Termasuk Cagar Alam Kawah Kamojang Dan Cagar Alam Gunung Guntur.

Baca Juga:Pameran “Telisik Bahagia” di Wanaraja Garut, Ajak Publik Memaknai Ulang Arti KebahagiaanLibur Lebaran 2026, Volume Sampah di Garut Naik 8,5 Persen hingga 312 Ton per Hari

Serta pengumuman No. PG.790 tanggal 6 Maret 2026: Penutupan Sementara Taman Wisata Alam Gunung Guntur Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat, pendaki, kelompok pecinta alam, pelaku usaha wisata agar meniadakan segala aktivitas seperti hiking, camping, trekking, drone, foto/video dan sejenisnya di kawasan Cagar Alam & TWA Gunung Guntur.

Menanggapi hal tersebut, pihak Basecamp H.Nanang Gunung Guntur, Marianah, membenarkan bahwa memang selama libur lebaran ada imbauan penutupan pendakian Gunung Guntur dari BBKSDA Jawa Barat.

Menurut Marianah, banyak para pendaki datang dari luar Garut, dikarenakan sudah datang jauh dari luar kota dan belum mengetahui ada penutupan, maka para pendaki melanjutkan pendakian, dengan catatan tidak melibatkan pihak basecamp.

“Namun kalau ada yang tanggung kesini sudah dikasih tau ada Imbauan dari BKSDA tetep lanjut mendaki, dengan catatan tidak melibatkan pihak basecamp dan BKSDA karena sudah ada himbauan,” ujarnya saat ditemui dilokasi basecamp Gunung Guntur, Minggu, 29 Maret 2026.

Senada yang disampaikan oleh pihak Basecamp Umi Tati Gunung Guntur, Tati, mengatakan memang masih ada yang melakukan pendakian dan sudah diberikan imbauan, dengan catatan pendakian mandiri tidak melibatkan pihak basecamp.

Tati menjelaskan, meskipun sudah diberikan imbauan dan masih ada yang melanjutkan pendakian, pihak basecamp tetap melakukan pendataan untuk kebutuhan pendataan apabila ada dari pihak lain yang memerlukan data identitas para pendaki.

Baca Juga:Alpukat Jenis HAS Banyak Dibudidayakan Petani Garut di Dataran TinggiUsai Heboh Tarif Rp45 Ribu, Warga Pameungpeuk Sindir Pengunjung yang Viral

“Kalau untuk data pendakian mungkin sekitar ya kurang lebih 150 orang, iya tetap di data, banyak dari Jakarta, Bogor, jadi mereka tanggung sudah jauh-jauh meluangkan waktu ingin mendaki, jadi memilih melanjutkan,” jelasnya.

0 Komentar