GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menggelar apel pagi perdana pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Senin (30/3/2026) pukul 08.00 WIB di lapangan Rutan Garut. Kegiatan ini diikuti oleh 23 pegawai yang terdiri dari 4 pejabat struktural dan 19 staf.
Apel pagi tersebut, menurut Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali kedisiplinan, soliditas, serta koordinasi internal setelah menjalani rangkaian tugas selama bulan Ramadan hingga layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri.
Ismail dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran pegawai. Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas petugas yang tetap menjalankan tugas pelayanan selama libur nasional dan cuti bersama.
Baca Juga:Grafik Harga Emas Antam Batangan per 30 Maret 2026: Naik atau Turun?Disdamkar Catat Insiden di Garut Saat Libur Lebaran 2026, Evakuasi Tawon Paling Sering
“Saya secara pribadi dan kedinasan mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas kerja keras seluruh pegawai yang telah melaksanakan tugas pelayanan kunjungan lebaran selama empat hari berturut-turut dengan penuh tanggung jawab. Ini bukan hal mudah, namun saudara semua mampu menunjukan profesionalisme sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, aman, dan tertib,” ujar Ismail.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja ke depan. Menurutnya, kedisiplinan bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga mencakup integritas, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan tugas.
“Pasca libur panjang ini, seluruh pegawai harus kembali fokus dan meningkatkan disiplin kerja. Disiplin bukan hanya datang tepat waktu, tetapi bagaimana kita menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita adalah garda terdepan dalam pelayanan pemasyarakatan,” tegasnya.
Selain itu, Ismail juga mengingatkan seluruh pegawai untuk segera menyelesaikan kewajiban administrasi, khususnya pelaporan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
“Tentunya tidak boleh ada yang menunda. Semua harus segera menyelesaikan pelaporan LHKASN sebagai bentuk tanggung jawab sebagai aparatur negara,” ucapnya.
“Ini bagian dari komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” sambungnya.
