Libur Lebaran 2026, Volume Sampah di Garut Naik 8,5 Persen hingga 312 Ton per Hari

Pepen Apendi/Radar Garut
TPS Salagedang (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Momentum Libur Lebaran 1447 Hijriah, menjadikan Kabupaten Garut banyak dikunjungi, dari mulai warga Garut yang pulang kampung, bahkan wisatawan dari luar Garut yang ingin menikmati destinasi wisata di Garut.

Sehingga, dengan banyaknya kunjungan ke Garut otomatis kesadaran masyarakat terkait sampah masih menjadi permasalahan utama, hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Garut, Jujun Juansyah Nurhakim.

Menurut Jujun, volume sampah dari H-7 hingga H-1 Lebaran ada peningkatan sekitar 8,5% dari 285 ton perhari menjadi 312 ton perhari.

Baca Juga:Alpukat Jenis HAS Banyak Dibudidayakan Petani Garut di Dataran TinggiUsai Heboh Tarif Rp45 Ribu, Warga Pameungpeuk Sindir Pengunjung yang Viral

“Jadi dari awal ya dari biasanya dari rata-rata 285 ton per hari menjadi 312 ton per hari jadi sekitar 8,5 persen gitu naiknya per harinya,” ujarnya.

Namun, dari hari H lebaran hingga H+2 justru volume sampah mengalami penurunan, dikarenakan operasi armada dilakukan bergiliran.

“Sehingga ada mungkin berdampak di sela-sela atau di posisi-posisi tertentu ada tumpukan yang tidak terangkut kan kayak gitu seperti itu,” ucapnya.

Jujun mengatakan, berbeda pada saat memasuki H+3 hingga sekarang volume sampah kembali normal diangka 285 ton perhari, memang banyak mengalami peningkatan signifikan dari H-7 hingga hari H lebaran saja.

Selain dari volume sampah rumah tangga, kata Jujun, volume sampah terjadi juga di tempat wisata. Karena, pasalnya lonjakan volume sampah ditempat wisata terjadi H+1 lebaran seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisata.

“Ya termasuk juga dari wisata ya, karena kalau untuk kawasan (wisata) itu tanggung jawab tetap yang punya kawasan pengelola,” ucapnya.

Tak hanya itu, permasalahan sampah pun terjadi di wilayah Garut Selatan yang hingga saat ini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Maka menurut Jujun, untuk sementara akan menggunakan lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Baca Juga:Baru Keluar Penjara Februari Lalu, Dadang Buaya Ditahan Lagi karena Hajar 3 OrangTekan Angka Pengangguran di Garut, Program KDMP Hingga SPPG Dinilai Punya Peluang Besar

“Sementara kita menggunakan lokasi-lokasi yang ada di TPS 3R ya. Seperti yang Sayang heulang itu di daerah Macagaharnya dari Teletabis lah di situ ya, kemudian di Santolo nya juga,” ungkap Jujun.

Jujun menambahkan, pihaknya juga menurunkan satu truk untuk membantu operasional diwilayah Garut Selatan untuk melakukan penyisiran, dan dukungan truk dari Kecamatan Pameungpeuk.

0 Komentar