GARUT – Selama periode Lebaran 2026, Kabupaten Garut dilaporkan relatif aman dari bencana alam yang berdampak signifikan terhadap masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut memastikan tidak ada kejadian signifikan seperti pergerakan tanah maupun bencana besar lainnya yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh, menyampaikan bahwa secara umum kondisi wilayah Garut selama libur lebaran dalam keadaan kondusif.
Baca Juga:Dugaan Pungli di Pantai Sayang Heulang Viral, Kadisparbud Minta Pelaku DiviralkanDistribusi LPG di Garut Bermasalah, Harga Tak Terkendali
“Alhamdulillah, selama lebaran ini tidak ada kejadian bencana seperti pergerakan tanah atau yang lainnya. Ya, secara umum aman,” ujar Aah, Kamis 26 Maret 2026.
Meski begitu, Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa kejadian yang sempat terjadi, namun tidak berdampak luas. Diantaranya, adanya insiden kecelakaan laut yang melibatkan dua orang. Keduanya sempat dilaporkan hilang, namun berhasil ditemukan oleh tim gabungan.
Selain itu, hujan dengan intensitas cukup tinggi juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah, seperti di Cibuyutan dan Kecamatan Leles.
Aah menegaskan, bahwa banjir yang terjadi tersebut murni diakibatkan oleh curah hujan yang cukup deras. Artinya, bukan akibat faktor lain seperti aktivitas penambangan pasir. “Bukan, itu karena hujan deras saja bukan karena pasir,” pungkasnya.
Meski selama musim lebaran tidak ada bencana besar yang melanda wilayah Kabupaten Garut, namun BPBD Garut tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. (Ale)
