Garut Siaga Satu: Ancaman Siklon Tropis Narelle Picu Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana di Pesisir Selatan

(Istimewa)
BPBD Kabupaten Garut himbau masyarakat terkait siklon tropis narelle (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya Siklon Tropis Narelle.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, siklon ini diprediksi akan memberikan dampak tidak langsung yang signifikan terhadap kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Garut.

Periode dampak utama diperkirakan berlangsung sejak 26 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026. Meski pusat siklon tidak berada tepat di atas daratan Jawa, tarikan massa udara dan pola angin yang ditimbulkan berpotensi memicu anomali cuaca yang ekstrem di wilayah Priangan Timur tersebut.

Baca Juga:Widodo C. Putro Resmi Jadi Pelatih Baru Garudayaksa FC: Jadi Harapan Baru Sepak Bola IndonesiaJangan Sampai Terlewat! Fenomena 'Pink Moon' April 2026 Segera Hiasi Langit Indonesia

Potensi Bahaya: Dari Longsor Hingga Gelombang Tinggi

Kabupaten Garut, yang secara geografis memiliki karakteristik pegunungan di utara dan garis pantai yang panjang di selatan, menghadapi risiko ganda. BPBD mencatat setidaknya lima potensi dampak serius yang harus diantisipasi oleh masyarakat:

  • Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat: Curah hujan tinggi dalam durasi lama dikhawatirkan akan memicu luapan sungai.
  • Tanah Longsor: Wilayah perbukitan dan pegunungan di Garut, yang dikenal rawan, kini berada dalam zona merah risiko longsor akibat jenuhnya tanah oleh air hujan.
  • Banjir dan Genangan: Kawasan perkotaan dan dataran rendah diminta waspada terhadap sistem drainase yang mungkin meluap.
  • Angin Kencang Sesaat: Potensi pohon tumbang dan kerusakan atap rumah menjadi ancaman nyata bagi pemukiman warga.
  • Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan: Para nelayan dan wisatawan di pantai selatan Garut, seperti Rancabuaya dan Santolo, diimbau untuk tidak melaut sementara waktu karena risiko gelombang ekstrem.

Langkah Mitigasi dan Imbauan BPBD

Menanggapi situasi ini, Kepala BPBD Kabupaten Garut menginstruksikan seluruh relawan dan camat untuk memantau wilayahnya masing-masing selama 24 jam penuh. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak meremehkan peringatan ini.

“Kami mengimbau warga untuk segera menghindari daerah rawan bencana seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai saat hujan deras turun. Pastikan lingkungan sekitar rumah aman, periksa kekuatan dahan pohon besar, dan pastikan saluran air tidak tersumbat,” tulis BPBD dalam pernyataan resminya.

0 Komentar