Distribusi LPG di Garut Bermasalah, Harga Tak Terkendali

Istimewa
Distribusi LPG di Garut Bermasalah, Harga Tak Terkendali. (dis)
0 Komentar

GARUT – Ketersediaan Gas LPG 3 Kilogram di Kabupaten Garut mengalami kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat Garut, sehingga berpotensi pada lonjakan harga yang sangat mahal, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Perwakilan dari Pertamina Garut, Jamal, mengatakan bahwa untuk rantai pasokan Gas LPG 3 kg langsung dari agen ke pangkalan, dan masyarakat dihimbau agar membeli langsung ke pangkalan.

“Jadi untuk garis besarnya, kalau untuk rantai pasokan kita itu dari agen ke pangkalan. Jadi untuk pengecar kita tidak mengatur hal itu. Dan sebaiknya kita himbau untuk masyarakat atau konsumen akhir belinya langsung ke pangkalan. Jangan ke pengecer seperti itu,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media, pada Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:Disparbud Garut Genjot Persiapan Infrastruktur Untuk Menunjang Festival Layang-layang Dunia TerealisasiDisnakertrans Garut Soroti Pengangguran Intelek di Tengah Banyaknya Lulusan Kampus

Ia menyebutkan, untuk saat ini tidak ada kenaikan harga Gas LPG 3 kg, masih sesuai HET diangka sekitar Rp16 ribu.

“Tidak ada kenaikan, sesuai HET dari Bupati tidak ada kelangkaan, stok aman dan jangan panik buying seperti itu. Untuk harga di pangkalan sesuai HET Bupati ya, di sekitar Rp16.000 ya,” sebutnya.

Jamal mengatakan, jika dipangkalan masih dirasaa stok nya kuramg, maka untuk tahun sekarang akan ada penambahan suplai.

“Untuk pangkalan apabila memang dirasa kurang kebutuhan nanti mungkin bisa melakukan di tahun ini kita ada penambahan suplai, jadi seharusnya tidak ada kelangkaan di pangkalan seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Garut, Iday Hidayatullah, mengungkapkan siap mengikuti dan mentaati aturan yang terlah ditentukan oleh pihak Pertamina.

“Kami Hiswana Migas pada prinsipnya siap-siap saja apa yang diperintahkan oleh pihak Pertamina, dan akan selalu mentaati apa yang telah ditentukan oleh Pertamina dan sesuai HET,” ungkapnya.

Menurut Iday, pihaknya tidak mengetahui terkait permintaan dari pengecer ke pangkalan, namun jika sesuai aturan di pangkalan itu ada penambahan sekitar 6%.

Baca Juga:WGAB Rekomendasikan Pemkab Garut Terapkan Kartu Barcode untuk LPG 3 KgLibur Lebaran 1447 H, Kunjungan Wisata Garut Melejit hingga 30 Persen

“Kalau pengecar saya tidak tahu ya, kalau di pengkalan itu sesuai aturan dan memang ada penambahan sebanyak 6 persen. Jadi totalnya 2 juta tambah 6 sekitar 2 jutaan lebih ya,” kata Iday.

Ia mengatakan bahwa permintaan dari masyarakat di pangkalan memang terlihat meningkat, sehingga terjawab dengan adanya fakultatif dari pihak Pertamina.

0 Komentar