RADARGARUT– Keindahan alam Kabupaten Garut kembali membuktikan taringnya sebagai destinasi favorit bagi para pelancong saat masa libur Lebaran 2026.
Salah satu ikon wisata legendaris, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, dilaporkan dibanjiri oleh ribuan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru tanah air sejak hari pertama Idul Fitri hingga Rabu malam, 25 Maret 2026.
Gunung yang dikenal dengan julukan “Gunung Paling Ramah bagi Pendaki Pemula” ini menjadi pilihan utama keluarga dan komunitas pecinta alam untuk menghabiskan waktu libur panjang.
Baca Juga:Menanti Ketukan Palu KPPU: Babak Akhir Dugaan Kartel Suku Bunga PinjolPanduan Lengkap Pendaftaran UTBK-SNBT 2026: Syarat, Alur, dan Strategi Lolos
Berdasarkan data pengelola objek wisata, jumlah kunjungan meningkat drastis hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Eksotisme Kawah Putih dan Hutan Mati Jadi Primadona
Para wisatawan yang memadati area seluas ratusan hektar ini sebagian besar mengincar spot foto ikonik di Hutan Mati.
Pemandangan batang-batang pohon cantigi yang menghitam akibat erupsi masa lalu, berpadu dengan kabut tipis dan latar belakang kawah yang mengepulkan asap belerang putih, menciptakan suasana magis yang sangat instagramable.
“Kami datang dari Jakarta khusus untuk melihat matahari terbit di Papandayan. Jalurnya yang landai dan sudah tertata rapi menggunakan tangga kayu membuat kami tidak ragu membawa anak-anak,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.
Selain Hutan Mati, area Kawah Papandayan yang mengeluarkan aroma belerang khas dan suara gemuruh uap panas juga menjadi daya tarik tersendiri. Bagi mereka yang ingin relaksasi, kolam terapi air panas yang mengandung mineral alami di kaki gunung menjadi titik pemberhentian wajib untuk melepas lelah setelah berjalan menyusuri jalur pendakian.
Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal
Lonjakan ribuan wisatawan ini membawa berkah tersendiri bagi roda ekonomi masyarakat lokal di Kecamatan Cisurupan.
Warung-warung nasi, penyedia jasa sewa perlengkapan kemping, hingga pedagang suvenir khas Garut seperti kerajinan kulit dan produk olahan jeruk, melaporkan kenaikan omzet yang signifikan.
Baca Juga:Strategi Jitu Polres Garut: Sukses Taklukkan Kemacetan Arus Balik 2026 Lewat Rekayasa One WayGerak Cepat Polsek Malangbong: Sindikat Curanmor Diringkus, Motor Warga Berhasil Kembali
Pihak pengelola TWA Gunung Papandayan menyebutkan bahwa meskipun volume pengunjung membeludak, penerapan protokol keamanan dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama.
Petugas tambahan disiagakan di sepanjang jalur pendakian untuk memastikan tidak ada wisatawan yang membuang sampah sembarangan atau memasuki zona berbahaya di dekat kawah aktif.
