Libur Lebaran Usai! Mendikdasmen Pastikan KBM di Sekolah Berlangsung Secara Offline

(Unsplash/radargarut.id)
KBM setelah libur lebaran dipastikan akan dilaksanakan secara offline (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Seiring dengan berakhirnya masa libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penegasan terkait jadwal aktivitas akademik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan bahwa seluruh kegiatan Belajar Mengajar di satuan pendidikan tetap berlangsung sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan, tanpa ada perpanjangan libur tambahan bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Langkah ini diambil untuk menjaga ritme pembelajaran nasional agar tetap berjalan efektif, mengingat agenda ujian akhir semester dan berbagai penilaian akademik penting lainnya sudah menanti di depan mata.

Baca Juga:Menanti Ketukan Palu KPPU: Babak Akhir Dugaan Kartel Suku Bunga PinjolPanduan Lengkap Pendaftaran UTBK-SNBT 2026: Syarat, Alur, dan Strategi Lolos

Komitmen Menjaga Efektivitas Belajar

Dalam keterangan resminya, pihak kementerian menekankan bahwa koordinasi dengan dinas pendidikan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota telah diperkuat.

Penegasan ini bertujuan untuk menyeragamkan langkah sehingga tidak ada keraguan di tengah masyarakat mengenai kapan putra-putri mereka harus kembali ke bangku sekolah.

“Pembelajaran di sekolah tetap berlangsung setelah Idulfitri sesuai dengan jadwal masing-masing daerah. Kami mengapresiasi semangat para guru dan siswa untuk kembali berinteraksi di ruang kelas guna mengejar target kurikulum yang telah disusun,” ungkap pernyataan resmi dari pihak kementerian.

Antisipasi Arus Balik bagi Guru dan Siswa

Salah satu tantangan besar dalam memulai kembali KBM tepat waktu adalah mobilitas arus balik Lebaran. Pemerintah menyadari bahwa banyak tenaga pendidik dan keluarga siswa yang melakukan perjalanan mudik antarprovinsi.

Oleh karena itu, Mendikdasmen mengimbau agar para pelaku perjalanan pendidikan mengatur waktu kepulangan lebih awal guna menghindari puncak kemacetan.

Meski KBM dimulai tepat waktu, pihak sekolah juga diberikan ruang untuk melakukan adaptasi di hari-hari pertama, seperti kegiatan pembinaan karakter, halalbihalal, atau tinjauan materi ringan sebelum masuk ke materi pelajaran yang lebih berat.

Hal ini dilakukan agar transisi dari suasana libur ke suasana belajar berjalan lebih harmonis bagi kondisi psikologis siswa.

Baca Juga:Strategi Jitu Polres Garut: Sukses Taklukkan Kemacetan Arus Balik 2026 Lewat Rekayasa One WayGerak Cepat Polsek Malangbong: Sindikat Curanmor Diringkus, Motor Warga Berhasil Kembali

Monitoring dan Evaluasi Kehadiran

Pemerintah melalui dinas pendidikan setempat akan melakukan pemantauan ketat terhadap tingkat kehadiran aparatur sipil negara di lingkungan pendidikan serta tingkat partisipasi siswa pada hari pertama masuk sekolah.

0 Komentar