Seorang Jurnalis di Garut Diserang Saat Hendak Lakukan Peliputan

Radar Garut
tangkapan layar video amatir seorang wartawan yang terintimidasi saat melakukan liputan
0 Komentar

GARUT – Indra Ramdani, salah seorang wartawan online di Garut mengalami tindakan intimidasi sekaligus kekerasan oleh sejumlah orang tidak dikenal saat hendak melakukan tugas jurnalis pada Kamis 20 Maret 2026 lalu.

Indra mengungkapkan, kronologi tersebut berawal saat dirinya hendak pulang dari kantor Kecamatan Garut Kota usai mengikuti kegiatan pemetaan lokasi untuk pendirian posko mudik lebaran bersama pengurus DPD Sundawani Garut di area tersebut.

Namun, belum sempat pulang, Indra melihat kerumunan warga di sekitaran ruko sebrang Superindo tak jauh dari kantor Kecamatan.

Baca Juga:Pelaku Penganiayaan di Garut Ditangkap, Polisi Sita Ratusan Obat dan MirasPabrik Surpet di Banyuresmi Garut Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Ia berinisiatif untuk mengambil foto dan video untuk dipublikasikan, namun setelah mendekati kerumumanan, Ia justru diserang oleh beberapa orang tak di kenal.

Meskipun sudah mengaku sebagai seorang wartawan, namun pernyataan Indra tersebut tak digubris oleh beberapa orang terduga pelaku. Hingga akhirnya, ia harus mengalami tindakan kekerasaan.

“Saya dipukul di belakang kepala, di dorong-dorong juga,” ujar Indra saat dihubungi melalui pesan Whatssap pada Selasa 24 Maret 2026.

Bahkan, ponsel genggam, remote kunci motor, dan ID Card juga sempat dikuasai oleh terduga pelaku. Meskipun pada akhirnya barang tersebut berhasil kembali ke tanganya, akan tetapi kondisi ponsel Indra dalam keadaan rusak.

“Alhamdulillah hari itu juga HP, Kunci dan Id Card saya sudah kembali, namun kondisi HP menjadi rusak, dan itupun sudah diperbaiki oleh kuasa hukum,” kata Indra.

Saat dikonfirmasi lebih jauh, Indra mengaku, bahwa ia tidak mengetahui siapa orang yang melakukan tindakan tak terpuji tersebut.

“Intinya saya tidak tahu itu leasing atau preman. Tapi begitu ada peristiwa (kerumunan) saya berniat mengambil gambar karena spontan, tujuanya untuk di muat sebagai berita, cuman baru beberapa detik mengambil gambar, si pelaku sudah sadar kamera,” pungkas Indra. (Ale)

0 Komentar