GARUT – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) mulai melirik budidaya jagung hibrida sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Salah satu Bumdes di Kecamatan Bayongbong, yakni Bumdes Bangkit Mekarsari, Desa Mekarsari, menjalankan program penanaman jagung hibrida melalui kolaborasi dengan pihak kepolisian, khususnya Polsek Bayongbong.
Koordinator lapangan kegiatan penanaman, Satian, menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan laba yang cukup signifikan pada penanaman tahap kedua ini.
Baca Juga:Bus Penuh, Pemudik di Garut Terpaksa Borong AngkotH+4 Lebaran, Taman Satwa Cikembulan Masih Dipadati Wisatawan
Menurutnya, jagung hibrida memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan sebagai unit usaha Bumdes. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan pasar, mengingat jagung hibrida merupakan bahan utama dalam industri pakan ternak.
“Permintaan jagung hibrida sangat tinggi karena menjadi kebutuhan utama pakan ternak, sehingga peluang pasarnya sangat jelas,” ujar Satian.
Selain itu, program budidaya ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tengah mendorong gerakan penanaman jagung secara masif hingga mencapai satu juta hektare di seluruh Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan kemandirian produksi jagung nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Satian menjelaskan bahwa penanaman saat ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh Bumdes Bangkit Mekarsari.
Pada tahap ini, biaya produksi dinilai lebih efisien karena tidak lagi memerlukan biaya pembukaan lahan maupun pengolahan tanah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme peningkatan keuntungan.
“Di tahap kedua ini biaya produksi bisa ditekan, sehingga kami optimistis laba yang dihasilkan akan lebih besar dibandingkan tahap sebelumnya,” pungkasnya.(Feri)
