GARUT – Angka pengangguran di Kabupaten Garut masih cukup tinggi, sehingga pemerintah daerah terus berupaya agar kondisi pengangguran di Garut terus menurun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, menyebutkan bahwa pihaknya harus konfirmasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait angka pengangguran di Garut.
Ia menyampaikan, terkait jumlahnya mungkin saja hampir menyentuh bahkan melebihi angka pengangguran rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Seorang Jurnalis di Garut Diserang Saat Hendak Lakukan PeliputanODGJ Lempari Batu ke Pemudik di Jalur Bandung–Tasik Berhasil Diamankan Polisi
“Kalau berbicara pengangguran, saya belum tahu pasti berapa jumlah, karena kita harus tahu dulu ke BPS angkatan kerjanya berapa, tenaga yang terserapnya berapa, presentase angkatan kerja yang tidak masuk ke tenaga kerja yang bekerja. Hanya kalau dilihat dari rata-rata, saya nanti cek ke BAPEDA, itu berada di atas rata-rata Jawa Barat,” ujarnya.
Sehingga, kata Nia, kewajiban pemerintah daerah tentu harus mengupayakan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Garut untuk berbagai sektor.
“Nah kesempatan kerja itu ada yang memang di sektor formal, di perusahaan-perusahaan, atau di sektor informal menjadi wira usaha,” katanya.
Nia menjelaskan, pihaknya tengah mengupayakan suatu kebijakan, serta adanya Balai Latihan Kerja (BLK) ini untuk menciptakan lapangan kerja, seperti halnya di BLK Kecamatan Samarang membuka 8 workshop meskipun dengan anggaran yang memadai.
“Kalau BLK mampu mendidik 500 orang dan 500 orang melakukan wira usaha ya insyaallah. Walaupun dalam jangka waktu sekian tahun agak lama, mudah-mudahan bisa terselesaikan,” jelasnya.
Ketika disinggung terkait Job Fair sebagai langkah dari Disnaker, kata Nia, hingga sekarang belum ada informasi dari perusahaan yang membutuhkan pekerja baru, karena di Disnaker ada bidang Penempatan Kerja yang berkoordinasi dengan para perusahaan.
“Penempatan kerja itu didasarkan pada apakah ada beberapa perusahaan yang secara formal akan membuat Job fair. Karena Job Fair itu dibuat tidak hanya pemerintah, tetapi beberapa pelaku usaha yang memang butuh sebagai tenaga kerjanya,” ungkapnya.
Baca Juga:Pelaku Penganiayaan di Garut Ditangkap, Polisi Sita Ratusan Obat dan MirasPabrik Surpet di Banyuresmi Garut Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
Ia menambahkan, biasanya ada kerjasama dengan beberapa perusahaan. Pertama, pada saat rekrutmen dan dilatih hingga ditempatkan, seperti di Changshin. Menurut Nia, pihak Changshin memberikan kesempatan untuk masyarakat melakukan pelatihan, ketika sudah ahli langsung bisa ditarik kerja.
