Polisi di Garut Lakukan Rekayasa One Way di Sejumlah Titik

istimewa
Polisi di Garut Lakukan Rekayasa One Way di Sejumlah Titik
0 Komentar

GARUT – Guna memastikan kelancaran arus kendaraan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto melakukan peninjauan langsung ke sejumlah jalur utama di wilayah Kabupaten Garut, Minggu (22/3/2026).

Pengecekan tersebut difokuskan pada ruas-ruas strategis yang kerap menjadi titik kepadatan, seperti jalur Limbangan, Malangbong, Kadungora, Leles hingga Tarogong. Kawasan tersebut diketahui menjadi lintasan utama kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun ke pusat kota Garut.

Dalam kegiatan itu, Yugi tidak hanya memantau kondisi arus lalu lintas, tetapi juga memastikan kesiapan personel di lapangan, termasuk efektivitas pelaksanaan rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional.

Baca Juga:Bupati Garut Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Doakan Sesama MuslimRatusan Narapidana Lapas Garut Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H

“Kami ingin memastikan arus kendaraan tetap terkendali, sekaligus memastikan seluruh anggota di lapangan siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik untuk mengurai kepadatan. Di jalur Limbangan–Malangbong, rekayasa ini dilakukan sebanyak sembilan kali dengan durasi yang bervariasi antara 15 hingga 45 menit.

Beberapa titik penerapan one way di antaranya berada di kawasan Malangbong tepatnya di sekitar RM Berkah, wilayah Lewo di sekitar SPBU Bandrex dan Kaum Lewo, serta di kawasan Limbangan dekat Mapolsek Limbangan. Penerapan ini dilakukan secara bergantian mengikuti kondisi volume kendaraan yang terus berubah.

Sementara itu, di jalur Kadungora–Leles–Tarogong, rekayasa serupa dilakukan sebanyak empat kali. Titik pengaturan berada di Jalan Baru Kadungora dan persimpangan SP4 Kubang yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi antrean panjang kendaraan, terutama pada jam-jam padat di pagi hingga menjelang siang hari.

Yugi menegaskan bahwa pengaturan arus lalu lintas akan terus dilakukan secara dinamis menyesuaikan kondisi di lapangan. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali menerapkan sistem one way apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas serta menjaga ketertiban selama berkendara. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pengamanan lalu lintas.

0 Komentar