GARUT – Warga Kecamatan Bungbulang digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan yang mengambang di aliran Sungai Cisaat, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Lokasi penemuan berada di wilayah Kampung Cikawung RT 02/07, Desa Hanjuang, Kabupaten Garut.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polsek Bungbulang Polres Garut langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pelaksana Harian Kapolsek Bungbulang, Iptu Ana Gumilang, bersama anggota.
Iptu Ana mengatakan bahwa korban diketahui bernama Halimah (63), yang sehari-hari berprofesi sebagai petani. “Ia merupakan warga Kampung Liunggunung RT 03/02, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang,” katanya.
Baca Juga:Shalat Idul Fitri dan Remisi di Rutan Garut, 154 WBP Dapat Pengurangan Hukuman, 2 Orang Langsung BebasMalam Takbiran, Ribuan Warga Garut Padati Pusat Kota Rayakan Idulfitri
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, ungkap Ana, jasad korban pertama kali terlihat oleh warga dalam kondisi mengambang di sungai.
“Temuan tersebut segera dilaporkan ke kami dan kami kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, menurut Ana, korban diduga mengalami kecelakaan saat berada di sekitar aliran sungai. “Korban diperkirakan terpeleset, lalu terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam,” ucapnya.
Tim medis dari Puskesmas Bungbulang yang melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban, sebut Ana, memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Dalam proses penanganan, kami bersama tim kesehatan melakukan sejumlah langkah, mulai dari pengamanan area, identifikasi korban, pendokumentasian, hingga meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi,” sebutnya.
Menurut Ana, pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melanjutkan ke proses hukum.
“Dengan adanya kejadian ini, kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi medan yang licin dan berisiko, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya. (*)
