GARUT — Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Pamengparan, RT 04 RW 06, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut menyisakan duka mendalam bagi empat keluarga yang rumahnya terdampak.
Kebakaran ini terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIB itu menghanguskan sebagian bangunan rumah warga, tepat di saat masyarakat tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Empat rumah yang terdampak masing-masing milik Sopandi Rahmat, Asep Nurjaman, Ahmad Soleh, dan Wari Anwari. Kebakaran ini berawal dari tempat produksi kasur surpet milik Sopandi Rahmat, sebelum akhirnya api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Baca Juga:Lapas Garut Berikan Remisi Idul Fitri 2026, Hemat Anggaran Negara Rp317,46 JutaBukan Sekadar Lauk Sisa, Bebeye Jadi Tradisi Kuliner "Sakti" Pasca Lebaran khas Sunda!
Walaupun api sempat membersar dan mengancam lebih banyak permukiman, upaya cepat dari tim gabungan berhasil mencegah kerusakan yang lebih parah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut mengerahkan empat unit mobil pemadam, dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut serta Tagana Dinas Sosial Garut. Berkat kesigapan tersebut, api berhasil dipadamkan dan kerusakan pada keempat rumah tidak sampai kategori berat.
Di tengah situasi sulit yang dialami para korban, bantuan dan perhatian mulai berdatangan. Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, bersama Kepala Desa Sukamukti, Dadan Hamdani, turun langsung ke lokasi pada hari yang sama untuk menemui para korban.
Kehadiran Anggota DPRD Garut ini tidak hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga memberikan dukungan moral serta bantuan berupa sembako dan santunan uang guna meringankan beban para keluarga yang terdampak.
“Apalagi besok sabtu 21 maret 2026 kita merayaka hari raya idul fitri 1447 hijriah, tentunya yang terkena musibah sangat terpukul di hari terakhir ramadhan dimana momen berkumpulnya keluarga besar. Semoga banyak pihak membantu keemoat keluarga yang terkena musibah,” ujar Yudha Puja Turnawan.
Yudha juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih luas dalam membantu pemulihan para korban. Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat penting dalam mengoordinasikan berbagai sumber bantuan agar lebih optimal dan tepat sasaran.
“Harapan saya pemkab garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR berbagai badan usaha di Garut, lembaga pengumpul dana umat seperti BAZNAS, LazisNu, LazisMu dan LAZ Persis agar bisa diarahkan membantu keempat keluarga yang terkena musibah,” pungkasnya.(Feri)
