RADARGARUT.ID – Dalam kuliner Sunda, terdapat satu hidangan khas Idulfitri yang mungkin terdengar asing bagi masyarakat luas, namun sangat melekat di hati warga setempat yakni, Bebeye.
Hidangan ini merupakan kreasi kuliner yang lahir dari perpaduan berbagai jenis lauk pauk khas Lebaran.
Tradisi Turun-Temurun di Desa Puteran
Khususnya di Desa Puteran, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Bebeye menjadi menu wajib yang hampir mustahil absen dari meja makan saat hari raya.
Baca Juga:Tonton Gratis! Ini Jadwal Film Movievaganza Trans7 20 Maret 2026 Lengkap SinopsisSimak! Tata Cara Shalat Idul Fitri dari Niat hingga Khutbah
Keberadaannya bukan sekadar soal rasa, melainkan warisan budaya yang dijaga secara generasional.
Bagi warga setempat, Bebeye adalah simbol kebersamaan. Hidangan ini biasanya dinikmati saat momen berkumpulnya keluarga besar dan kerabat sebagai bentuk syukur setelah menuntaskan ibadah Ramadan.
Filosofi di Balik Olahan “Sisa”
Bebeye sebenarnya adalah wujud kearifan lokal dalam meminimalisir pemborosan makanan. Menu ini diolah dari sisa-sisa hidangan hari raya yang dikumpulkan menjadi satu, seperti:
• Bihun goreng
• Sambal goreng kentang
• Opor ayam
• Rendang
• Petai
Semua bahan tersebut dimasak kembali hingga bumbunya meresap sempurna. Karena sering dipanaskan berulang kali (dihangatkan), Bebeye memiliki tekstur yang cenderung kering dengan profil rasa gurih-pedas yang sangat kuat dan tajam.
Cara Menikmati yang Unik
Untuk menambah kelezatannya, Bebeye biasanya disandingkan dengan ulen (uli), yaitu ketan goreng gurih dengan campuran parutan kelapa.
Cara menyantapnya pun khas, yakni dengan mencocolkan potongan ulen hangat ke dalam olahan Bebeye.
Meski terlihat sederhana karena berbahan dasar lauk yang dimasak ulang, Bebeye justru menjadi sajian yang paling dirindukan karena cita rasanya yang tidak ditemukan pada hari-hari biasa.
Baca Juga:Libur Lebaran 2026: BPBD Garut Peringatkan Potensi Hujan dan Risiko Bencana di Destinasi WisataSelama Libur Lebaran Dinkes Garut Siagakan 24 Posko Kesehatan, Puskesmas Buka 24 Jam
Bebeye membuktikan bahwa kuliner Nusantara memiliki kreativitas tanpa batas, di mana efisiensi bahan makanan dapat bertransformasi menjadi hidangan baru yang kaya rasa dan bermakna dalam.(*)
