Libur Lebaran, Hotel dan Restoran di Garut Matangkan Persiapan Hadapi Lonjakan Wisatawan

istimewa
Ketua BPC PHRI Garut, Ato Hermanto (ist)
0 Komentar

GARUT – Menjelang libur Lebaran, pelaku usaha hotel dan restoran di Kabupaten Garut memastikan kesiapan layanan dan fasilitas guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan.

Persiapan tersebut dinilai lebih matang karena telah menjadi agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi dari tahun ke tahun.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut, Ato Hermanto, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para pelaku usaha telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekurangan pada periode libur sebelumnya.

Baca Juga:Jangan Lewatkan! Promo JSM Beli 2 Gratis 1, Stok Kebutuhan Jadi Lebih HematTak Kunjung Diperbaiki, Warga Timbun Jalan Ampera yang Berlubang

“Kalau berbicara persiapan, tentu berkaitan dengan fasilitas hotel dan restoran. Ini sudah menjadi tradisi tahunan, sehingga setiap tahun kami terus memperbaiki diri. Insyaallah pelayanan ke depan akan lebih maksimal, siap someah ka semah, dan siap menerima tamu dengan sebaik-baiknya,” ujar Ato, belum lama ini.

Ia memastikan bahwa seluruh hotel dan restoran di Garut berkomitmen memberikan pelayanan optimal tanpa kendala berarti selama masa libur Lebaran.

Ato menyebutkan, dengan jumlah hotel yang kini hampir mencapai 200 unit, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang, Garut dinilai memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung wisatawan.

“Alhamdulillah, ke depan juga ada informasi akan bertambah hotel berbintang dan hotel terbaik di Garut. Ini menunjukkan bahwa Garut memiliki nilai jual dan potensi wisata yang semakin berkembang,” ucapnya.

Meski begitu, Ato mengungkapkan, bahwa bertambahnya jumlah hotel juga akan memicu persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, profesionalisme dan standar pelayanan menjadi kunci utama agar pelaku usaha tetap kompetitif.

“Persaingan ke depan pasti lebih ketat. Hotel yang memiliki standar harus benar-benar profesional. Jangan sampai kalah bersaing hanya karena harga yang tidak sesuai atau pelayanan yang kurang maksimal, sehingga wisatawan tidak mau datang ke Garut,” imbuhnya.

Baca Juga:Lansia Dhuafa di Cilengsing Rawat Anak Disabilitas di Rumah Nyaris RobohLemari Es Hangus Terbakar di Kadungora Garut

Ia juga optimistis bahwa Garut akan tetap menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, selama seluruh pihak mampu menjaga kualitas layanan terbaik.

Ia menjelaskan, terdapat dua kunci utama dalam menghadapi peluang bisnis di sektor ini, yakni optimisme dan kolaborasi. Tanpa keduanya, perkembangan industri pariwisata akan sulit dicapai.

0 Komentar