GARUT – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, menjadikan suatu momentum masyarakat mudik atau pulang kampung, bahkan melakukan liburan ke destinasi wisata, terutama di Kabupaten Garut.
Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, menyampaikan prediksi cuaca pada saat menjelang bahkan selama libur lebaran 1447 Hijriah di Kabupaten Garut.
Sekretaris BPBD Garut, Abud Abdullah, mengatakan bahwa berdasarkan informasi perkiraan dari BMKG, pada dasarian II (periode 11 hingga 20 Maret 2026) Wilayah Jawa Barat umumnya berada pada kategori curah hujan rendah hingga menengah, berkisar antara 20-150 mm per dasarian.
Baca Juga:Selama Libur Lebaran Dinkes Garut Siagakan 24 Posko Kesehatan, Puskesmas Buka 24 JamLibur Lebaran, Hotel dan Restoran di Garut Matangkan Persiapan Hadapi Lonjakan Wisatawan
Namun, kata Abud, khusus untuk Kabupaten Garut diperkirakan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah, dengan sifat hujan umumnya normal hingga di bawah normal.
“Memasuki dasarian III (21–31 Maret 2026), kondisi tersebut relatif masih berlanjut, di mana curah hujan di wilayah Kabupaten Garut diperkirakan tetap pada kategori menengah dengan sifat hujan normal hingga di bawah normal,” katanya saat dihubungi, Kamis 19 Maret 2026.
Sehingga, menurut Abud, masyarakat tetap diminta untuk waspada, karena masih ada potensi hujan dengan intensitas sidang hingga lebat.
“Namun demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, karena masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang serta kilat/petir, meskipun umumnya bersifat lokal,” katanya.
Abud menjelaskan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur lebaran tahun 2026, ada beberapa lokasi wisata di Kabupaten Garut yang memiliki potensial risiko bencana yang harus diwaspadai, seperti aliran sungai, wisata curug air terjun, wisata pantai, gunung, dan danau/situ.
Lolasi Wisata di Garut yang memiliki potensi risiko Bencana
- Kawasan wisata sekitar aliran sungai, berpotensi terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan arus deras hingga meluapnya sungai, terutama saat hujan turun di wilayah hulu.
- Objek wisata air terjun (curug), memiliki risiko banjir bandang. Apabila terjadi hujan dengan durasi lebih dari 2 jam, pengunjung diimbau segera menjauh dari area curug.
- Wisata pantai Kabupaten Garut bagian selatan seperti kawasan Pantai Santolo dan Sayang Heulang dan sekitarnya, berpotensi mengalami gelombang tinggi atau ekstrem. Wisatawan diimbau tidak beraktivitas terlalu jauh dari bibir pantai serta selalu berada dalam pengawasan petugas.
- Kawasan pegunungan Seperti Gunung Papandayan, memiliki potensi tanah longsor dan jalur licin, terutama setelah hujan. Wisatawan diimbau untuk memperhatikan kondisi jalur dan mengikuti arahan pengelola.
- Kawasan wisata situ/danau, wisatawan yang melakukan aktivitas menggunakan perahu diimbau untuk memperhatikan aspek keselamatan secara ketat, termasuk memastikan kondisi perahu dalam keadaan layak operasional serta tidak melebihi kapasitas muatan yang telah ditentukan, wisatawan diharapkan mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.
